Buat Kebun Sawit, Cara Kampung Sumber Mulya Ciptakan PAK

 

TALISAYAN - Guna meningkatkan PAK (Pendapatan Asli Kampung) ada banyak hal yang dapat dilakukan. Salah satunya adalah memaksimalkan potensi alam yang ada, baik itu di sektor perkebunan, pertanian, maupun sektor pariwisata. Seperti yang saat ini dilakukan oleh Pemerintah Kampung Sumber Mulya, Kecamatan Talisayan yang mulai memaksimalkan potensi perkebunan di wilayahnya.

Pada tahun ini pemerintah kampung setempat akan membuka perkebunan kelapa sawit untuk dijadikan aset kampung. Sekretaris Kampung Sumber Mulya, Sulisyanto mengatakan, untuk sekarang pihaknya telah menyiapkan lahan sekitar 10 hektar yang akan digunakan untuk perkebunan kelapa sawit.

Rencana tersebut sebenarnya sudah lama diwacanakan, hanya saja programnya dimasukkan pada tahun 2016 lalu. Sementara lanjut dia, untuk realisasinya akan dilaksanakan pada tahun ini melalui anggaran ADK.

“Jadi pembuatannya menggunakan anggaran ADK. Kegiatannya akan dilaksanakan pada pencairan tahap kedua nanti,” ujarnya kepada beraunews.com, Sabtu (19/08/2017).

Sementara itu, untuk biaya operasional pembuatan kebun, mulai dari pembersihan lahan hingga penanaman bibit kelapa sawit, akan difasilitasi dan menjadi tanggung jawab pemerintah kampung. Kebun tersebut kemudian akan diserahkan ke BUMK Sumber Mulya setelah dilakukan pemanenan.

“Sementara masih dikelola kampung. Nanti setelah panen, baru akan dikelola oleh BUMK, dan perawatannya akan dilakukan secara mandiri oleh BUMK,” ungkapnya.

Perkebunan kelapa sawit sepertinya cukup menjanjikan, sehingga dijadikan pemerintah kampung sebagai potensi unggulan dalam meraup PAK. Sementara itu, kepala Kampung Sumber Mulya, Samidjo menyampaikan, rencana perkebunan kelapa sawit tersebut juga telah didukung masyarakat. Terlebih rencana perkebunan kelapa sawit sendiri merupakan wacana yang sudah cukup lama.

“Sektor perkebunan merupakan potensi yang baik terutama kelapa sawit. Karena selain memiliki harga dan pasaran yang pasti, juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” ujarnya.

Meskipun saat ini baru perkebunan sawit yang akan dibuat, tidak menutup kemungkinan dikatakannya potensi lain, seperti sektor pertanian juga akan dikembangkan dan dikelola oleh BUMK dalam menambah pendapatan kampung.

“Yang jelas semua potensi akan kita manfaatkan, baik itu sektor perkebunan, maupun pertanian,” tandasnya.

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: Rita Amelia