Kampung Sumber Mulya Prioritas Listrik

 

TALISAYAN- Hingga saat ini, masih banyak kampung yang belum mendapatkan fasilitas dasar yang memadai. Listrik misalnya, yang mempengaruhi masyarakat dalam beraktivitas, terutama di malam hari. Seperti yang terjadi di Kampung Sumber Mulya Kecamatan Talisayan.

Dengan belum adanya aliran listrik dari PLN, banyak kegiatan maupun usaha masyarakat tidak berjalan lancar. Seperti diketahui, masyarakat yang ada di kampung tersebut cenderung menggunakan lampu pelita maupun mesin diesel pribadi yang hanya menyala paling lama sekitar 6 hingga 7 jam saja untuk penerangan pada malam hari.

Sekretaris Kampung Sumber Mulya, Sulistiyanto kepada beraunews.com, Kamis (17/08/2017) mengakui, bahwa salah satu fasilitas dasar yang sangat dibutuhkan masyarakatnya adalah listrik.

“Jelas, yang paling dibutuhkan di kampung kami adalah listrik, karena hampir semua aktivitas membutuhkan listrik,” tegasnya.

Ia mengatakan, terkait listrik pihaknya sudah beberapa kali mengajukan usulan agar kampungnya dapat tersambung listrik PLN yang berada di Kampung Talisayan. Sebab, dengan adanya listrik, kegiatan masyarakat menjadi lebih mudah, terutama saat malam hari.

Meski selalu diusulkan, namun kata pria yang akrab disapa Sulis ini, pihaknya belum mengetahui apakah usulan yang disampaikan melalui Musrenbang kecamatan itu terealisasi atau tidak.

“Kalau usulan di Musrenbang sudah setiap tahun kita sampaikan. Hanya saja, masih belum mendapat respon positif dari instansi terkait,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Kampung Sumber Mulya, Samidjo, juga mengungkapkan hal yang sama. Ia mengatakan, pihaknya terus berupaya agar kampungnya dapat teraliri oleh listrik, sehingga apa yang diharapkan dapat terwujud.

Adanya layanan listrik, selain untuk penerangan, juga disampaikannya memberikan pengaruh bagi kampung dan masyarakatnya. Selain memberikan rasa aman bagi masyarakat, juga membuat perkembangan di kampungnya menjadi lebih terlihat.

“Kita akan perjuangkan usulan tentang listrik ini. Karena, ini juga harapan seluruh masyarakat di sini," bebernya.

Dirinya berharap, agar pemerintah terkait dapat merealisasikan usulan yang telah disampaikan melalui Musrenbang kecamatan. Sebab ia menilai, lampu pelita yang biasa digunakan masyarakat untuk penerangan berpotensi mengakibatkan kebakaran.

“Kita harap usulan kita jadi perhatian. Dan kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati meletakkan lampu pelita saat hendak tidur, agar musibah kebakaran tidak terjadi,” tandasnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia