Harga Jual Rendah, Petani Perlu Solusi

 

TALISAYAN – Hingga saat ini, rendahnya harga jual hasil panen sepertinya masih menjadi kendala serius bagi petani di wilayah Kabupaten Berau. Misalnya saja seperti yang terjadi pada petani di Kampung Sumber Mulya Kecamatan Talisayan.

Kepala Kampung Sumber Mulya, Samidjo mengungkapkan, rendahnya harga jual tidak hanya pada salah satu sektor komoditi pertanian saja, melainkan hampir menyeluruh. Sebenarnya, jika saja harga jual bagus, sektor pertanian di kampungnya akan lebih meningkat dari sebelumnya.

“Karena petani saat ini bisa dibilang sudah cukup mandiri dalam mengembangkan pertanian,” ungkapnya kepada beraunews.com, Rabu (02/08/2017).

Lebih lanjut disampaikannya, saat ini salah satu program pemerintah, yakni melakukan swasembada pangan. Namun, tak diimbangi dengan solusi konkret bagi permasalahan yang kerap menjadi keluhan petani. Padahal, dalam mewujudkan impian tersebut aktor utamanya adalah petani.

Dikatakannya, saat ini, petani dalam mengembangkan sektor pertanian hanya memikirkan dua hal, yakni untung dan rugi. Pasalnya, petani akan semangat bertani jika pasaran mudah dan harga sesuai. Sementara jika tidak sesuai, petani jelas kurang bergairah.

“Misalnya saja, saat ini Pemkab Berau mewacanakan akan swasembada jagung, atau menjadikan Kabupaten Berau sebagai lumbung jagung di Kalimantan Timur, namun harga pasarannya kerap tidak sesuai, ini yang sulit bagi petani. Makanya mereka kerap beralih ke sektor lain yang dianggap lebih menguntungkan,” bebernya.

 

Apalagi ditambahkannya, saat ini petani juga ingin merubah perekonomiannya melalui sektor pertanian. Terlebih, mayoritas warga di kampungnya berprofesi sebagai petani. Akan tetapi disayangkan, akhir-akhir ini harga jual hasil panen cenderung tidak stabil. Pihaknya pun berharap kepada pemerintah, agar permasalahan terkait rendahnya harga jual dapat diselesaikan.

“Dengan begitu petani akan lebih semangat dalam ikut mewujudkan program pemerintah dalam berswasembada pangan,” ujarnya.

Di sisi lain, pihaknya juga berupaya membantu dengan membangun sejumlah fasilitas dasar yang dapat memperlancar aktivitas petani. Seperti pembangunan jalan usaha tani, dan melakukan perbaikan jembatan yang ada di sekitar areal pertanian.

“Apa yang bisa kita lakukan dalam membantu kelancaran petani, akan kita lakukan. Yang penting, masih dalam ranahnya pemerintah kampung,” tandasnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: Rita Amelia