Masa Jabatan Berakhir, Kakam Akan Gelar Rapat Pertanggungjawaban

 

BATU PUTIH – Dalam membudayakan sistem transparansi atau keterbukaan dalam mengelola anggaran kampung, baik itu Bandes maupun ADK, Pemerintah Kampung Sumber Agung Kecamatan Batu Putih, akan menggelar rapat terbuka, Senin (12/06/2017) mengenai kas kampung bersama masyarakat beserta elemen masyarakat lainnya.

Disampaikan Kepala Kampung (Kakam) Sumber Agung Edi Santoso, kepada beraunews.com, Sabtu (10/06/2017), rapat tersebut sengaja digelar mengingat masa jabatannya sebagai Kakam hanya menyisakan beberapa hari lagi. Pasalnya, Selasa (13/06/2017) mendatang, dirinya secara resmi tidak lagi menjabat sebagai Kepala Kampung, dan akan digantikan oleh Penjabat Sementara (Pjs) yang ditunjuk oleh Pemerintah Kecamatan Batu Putih.

“Jadi hari senin nanti, kita akan mengundang seluruh masyarakat untuk rapat, membahas semua hasil kas kampung selama lima tahun saya menjabat ini. Dan mereka wajib hadir,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, rapat tersebut sangat penting untuk mencegah opini simpang siur, atau negatif tentang dirinya dalam mengelola anggaran kampung selama 5 tahun. Sebab kata dia, jika kas kampung ini tidak disampaikan kepada masyarakat, bisa saja hal ini akan menjadi permasalahan tersendiri di kemudian hari. Apalagi kata dia, jumlah dana kas kampung tersebut cukup besar, yakni berkisar antara Rp300 juta sampai Rp400 juta.

“Penggunaan uang kas itu murni untuk kampung, dan yang membahas adalah kampung. Tapi untuk penggunaannya dilaporkan ke Camat dan DPMK, apalagi kas itu juga masuk di APBK. Intinya, kas kampung ini harus diketahui masyarakat. Masalah hasilnya dan penggunaannya untuk apa saja, akan dilaporkan. Sekaligus juga melaporkan pertanggungjawaban terakhir saya, untuk masa jabatan yang pertama,” terangnya.

Dirinya juga mengakui, dengan berakhirnya masa jabatannya sebagai kepala kampung, maka akan mulai dilakukan penyusunan panitia untuk pemilihan kepala kampung baru. Sudah bukan hal baru, jika setiap permasalahan sekecil apapun dalam mengelola anggaran, pasti akan dijadikan ajang politis oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan. Hal itu dianggapnya wajar, mengingat dalam beberapa bulan ke depan akan dilakukan pemilihan kepala kampung serentak.

 

“Wajar jika banyak opini yang menjatuhkan kepala kampung, seolah-olah penggunaan anggaran dilakukan secara tidak wajar dan transparan. Sebenarnya itu sudah biasa bagi saya, dan saya kira itu juga terjadi di kampung lain. Apalagi masa-masa seperti ini,” ujarnya.

Tetapi menurutnya, bagi masyarakat yang cerdas, dari pada mencari kesalahan orang lain untuk saling menjatuhkan, lebih baik saling menasehati, serta saling mengingatkan.

“Karena dalam memimpin kampung pasti ada yang tidak suka, dan ada yang suka, itu sudah jadi dinamika dalam memimpin orang banyak, dan itu sangat wajar. Karena saya jadi pemimpin juga tidak berambisi, sebab bagi saya itu hanya amanah,” tandasnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia