Cegah Penyakit Menular, Galakkan PHBS

 

TALISAYAN – Pemerintah Kampung Eka Sapta meminta masyarakat di kampungnya untuk meningkatkan kesehatan dan mewaspadai sejumlah penyakit berbahaya yang kerap terjadi. Salah satu imbauannya, dengan menggalakkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Kepala Kampung Eka Sapta Syamsul Arifin mengatakan, waspada akan kemungkinan penyebaran penyakit memang harus ditingkatkan. Apalagi, saat ini pemerintah melalui Dinas Kesehatan memberikan imbauan terkait mulai munculnya penyakit difteri yang berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB), yang notabene merupakan penyakit menular yang cukup membahayakan.

Apalagi beberapa waktu lalu, Dinas Kesehatan Berau, melalui Kepala Puskesmas Talisayan menggelar sosialisasi melalui rapat koordinasi di kecamatan, agar masyarakat waspada terhadap penyebaran penyakit Difteri. Meskipun masyarakat di kampungnya belum ada ditemukan kasus difteri, namun pihaknya tetap akan selalu waspada.

Untuk permasalahan tersebut, disebutkannya, pihaknya akan bekerja sama dengan petugas puskesmas setempat, dalam melakukan pencegahan.

"Di kampung kan ada kader posyandu, dan petugas kesehatannya. Kita akan bekerjasama dengan mereka, karena mereka lebih mengerti, dan lebih pas menyampaikan hal itu kepada masyarakat," bebernya kepada beraunews.com, Kamis (25/01/2018).

Seperti diketahui, penyakit Difteri merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri bernama Corynebacterium Diphtheria, yang sangat menular. Penyakit tersebut juga bisa mengancam nyawa jika tidak segera ditangani. Komplikasi difteri yakni masalah pernapasan, kerusakan jantung, hingga kerusakan saraf.

Bakteri ini dapat menyebar melalui kontak langsung dengan penderita difteri. Terkontaminasi dari batuk atau bersin ketika berada didekat penderita. Disamping itu, bakteri tersebut juga dapat menyebar melalui barang pribadi orang yang terinfeksi. Misalnya seperti gelas bekas penderita yang belum dicuci, handuk, atau mainan.

Bahayanya penyakit tersebut, menjadi perhatian sendiri, apalagi dari pemerintah kabupaten juga telah memberikan peringatan kepada pemerintah kampung agar dapat menyampaikan ke masyarakat.

"Meskipun belum ada kasus, tapi tidak ada salahnya antisipasi dengan melibatkan instansi medis terkait," pungkasnya.(advertorial/Hendra Irawan/bnc)