Selama Jadi Kakam, Fokus Pertanian Hingga Datangkan Gubernur

 

TALISAYAN – Kepala Kampung Eka Sapta Imam Supriadi, secara resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai kepala kampung pada selasa (13/06/2017). Kendati demikian, selama menjabat sebagai kepala kampung sejak 2011 lalu, tentu dirinya telah memberikan waktu dan tenaga untuk membangun kampung menjadi lebih baik.

Bahkan selama dirinya menjabat, cukup terlihat perubahan yang diberikan dalam membangun Kampung Eka Sapta, khususnya di sektor pertanian jagung. Pasalnya, di awal dirinya menjabat sebagai kepala kampung, dirinya telah berhasil menggelar panen raya dengan mendatangkan Bupati Berau yang saat itu masih dijabat oleh Makmur HAPK pada tahun 2011.

Merasa terus terpacu dengan pertanian, dirinya kembali mengembangkan tanaman jagung. Pada tahun berikutnya, yakni pada tahun 2012, dirinya kembali mendatangkan Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak (Periode I, Red), sehingga menjadikan dirinya sebagai kepala kampung pertama yang berhasil menggelar panen raya jagung di wilayah pesisir selatan Berau, bahkan di Kabupaten Berau, dirinya pun mendapat julukan dari Makmur sebagai “kepala kampung jagung”.

Dengan raihan tersebut, bantuan demi bantuan baik itu berupa alat mesin pertanian, maupun bibit pertanian khususnya jagung selalu diberikan oleh pemerintah. Hal itu dilakukan dalam rangka mendukung sektor pertanian di kampungnya.

Sebagai pembina pertanian di kampungnya, dirinya terus terpacu untuk terus mengembangkan sektor pertanian. Pihaknya bahkan merencanakan untuk mendatangkan Menteri Pertanian pada tahun 2014 silam. Akan tetapi rencana besarnya tersebut tidak dapat terwujud lantaran mengalami kendala.

 

Ia mengatakan, selama menjabat, dirinya lebih memfokuskan sektor pertanian, sebab, mayoritas masyarakat di kampungnya kesehariannya adalah petani palawija.

“Karena saya yakin dalam mengembangkan pertanian masyarakat ekonomi masyarakat dapat lebih baik, khususnya mengembangkan pertanian jagung, dan memang itu sudah terbukti,” ungkapnya kepada beraunews,com.

Disamping itu, selama menjadi kepala kampung sejumlah fasilitas umum berhasil dibangun, seperti kantor kepala kampung, balai pertemuan umum, kantor BPK, Posyandu. Meskipun masih ada beberapa yang masih belum selesai selama dirinya menjabat.

“Program yang belum selesai dibangun, seperti pembangunan fisik akan tetap dikerjakan atau diselesaikan. Meskipun, saya sudah tidak lagi menjabat sebagai kepala kampung,” bebernya.

 

Dirinya juga kembali meminta maaf kepada masyarakat yang ada di Eka Sapta, jika masih ada program yang belum sempat terealisasi selama dirinya menjabat. Tak hanya itu, dirinya juga menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Kabupaten Berau, baik itu Bupati Berau, maupun pimpinan SKPD yang ada dilingkungan pemerintah Kabupaten Berau, maupun aparat kecamatan, jika selama menjadi kepala kampung ada hal atau perkataan yang tidak berkenan.

“Mungkin ada kata-kata membentak atau semacamnya, karena jika ada hal yang menurut saya tidak benar atau tidak pas saya secara reflek menolaknya. Untuk itu kepada masyarakat atau pemerintah saya menyampaikan permohonan maaf, sebab belum tentu saya kembali lagi menjadi kepala kampung,” bebernya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia