Tak Ingin Jadi Persoalan Serius, Pemerintah Diminta Segera Selesaikan

 

BIATAN – Pemerintah Kampung Biatan Ilir Kecamatan Biatan, berharap agar Pemkab Berau atau instansi terkait, segera menyelesaikan konflik sengketa lahan perkebunan kelapa sawit seluas 296,12 hektar, antara warga Kampung Biatan Ilir dengan PT Dwiwira Jaya Lestari (DLJ).

Kepala Kampung Biatan Ilir, Abdul Hafid mengatakan, agar tidak berbuntut panjang dan tidak menjadi persoalan serius, maka diharapkan agar persoalan tersebut dapat segera mengalami titik temu.

"Harapannya ini cepat diselesaikan," ungkapnya.

Ia mengatakan, penyelesaian sengketa tersebut kini tengah menjadi kewenangan Pemkab Berau. Apalagi saat ini, meskipun dirinya sebagai kepala kampung, ia mengaku tak bisa menjamin jika sewaktu-waktu masyarakatnya hilang kesabaran lantaran penyelesaian sengketa tak kunjung selesai.

"Sebenarnya saya juga tidak mau jika warga saya mau melakukan berbagai aksi. Tapi saya juga tidak bisa melarang, karena mereka juga memiliki dasar dalam menuntut hak mereka," ujarnya.

BACA JUGA : Jika Tak Diseriusi, Warga Siap Lancarkan Aksi Susulan

Untuk itu, besar harapannya, Pemkab untuk segera membentuk tim khusus untuk melihat langsung ke lokasi sengketa, dengan melibatkan pihak instansi teknis, masyarakat, dan pihak perusahaan.

"Tentunya harus tim independen. Karena tidak bisa berbicara di atas kertas atau berdasarkan dokumen saja, jadi harus ke lapangan untuk melakukan verifikasi. Apakah lahan tersebut sah milik pihak perusahaan atau milik masyarakat Biatan Ilir," tandasnya.(advertorial/Hendra Irawan/bnc)