BUMK Biatan Ilir Dapat Kucuran Dana 421 Juta

 

BIATAN – Demi memajukan pembangunan, khususnya di sektor ekonomi masyarakat maupun Pendapatan Asli Kampung (PAK), banyak cara yang dapat dilakukan. Salah satunya, dengan mengembangkan salah satu lembaga bisnis atau Badan Usaha Milik Kampung (BUMK).

Seperti yang dilakukan Pemerintah Kampung Biatan Ilir Kecamatan Biatan. Dalam mengembangkan BUMK, pemerintah setempat tak segan mengucurkan dana melalui ADK yang jumlahnya tidak sedikit. Seperti dikatakan Kepala Kampung Biatan Ilir, Abdul Hafid, untuk tahun ini, pihaknya menganggarkan biaya lebih dari Rp400 juta untuk kepentingan BUMK.

"Tahun ini kita menganggarkan dana Rp421 juta, dan telah kita serahkan kepada Pak Muksin, selaku Ketua BUMK Biatan Ilir beberapa hari lalu," terangnya kepada beraunews.com, Sabtu (11/11/2017).

 

Ia menjelaskan, anggaran yang dikucurkan ke BUMK tersebut untuk biaya pembelian sebuah truck yang akan digunakan untuk keperluan mengangkut Crude Palm Oil (CPO) dan mengangkut buah sawit. Apalagi lanjut dia, pihaknya juga memiliki koperasi yang memiliki SPK dengan PT Dwiwira Lestari Jaya (DLJ).

"SPK itu yang kita manfaatkan untuk keperluan BUMK. Apalagi kita juga punya lokasi plasma. Jadi tidak hanya untuk keperluan mengangkut CPO, tapi juga untuk keperluan mengangkut tandan sawit," bebernya.

Dikatakannya, salah satu tujuan pengadaan truck tersebut, tak lain ingin program BUMK dapat berjalan. Menurutnya, apa yang diprogramkan tersebut, diyakininya akan sesuai harapan. Terlebih pengadaan dan pengoperasiannya juga dilakukan tahun ini. Sebab, dengan mengangkut tangki CPO dan buah sawit, hasilnya akan cepat dirasakan.

"Untuk biaya perawatan kita anggarkan setelah ada penghasilan dari truck tersebut. Ini hasilnya sudah nyata, dan memang tidak ada ruginya. Karena sembari menunggu CPO, truck bisa dipakai untuk memuat buah sawit. Jadi, apa yang kita lakukan, ini sudah benar-benar kita rencanakan," ujarnya.

 

Disamping itu, untuk tahun mendatang, pihaknya juga akan membuat program, bahwa hasil pertanian di wilayahnya akan dibeli oleh BUMK. Sehingga, kedepannya, tidak ada lagi hasil pertanian yang dijual masyarakat ke tengkulak.

Seperti diketahui, BUMK Biatan Ilir meruapakan salah satu BUMK yang mulai aktif dalam mengembangkan sejumlah potensi alam dalam mengembangkan usaha masyarakat dan menarik PAK kampung.

"Nanti BUMK yang beli semua hasil pertanian dengan harga yang sesuai. Jadi petani tidak boleh menjualnya kepada tengkulak. Kita juga akan buatkan MoU," pungkasnya.(Hendra Irawan/bnc)