Biatan Ilir Kembangkan Budidaya Pala

 

BIATAN – Sejumlah masyarakat di Kampung Biatan Ilir Kecamatan Biatan, mulai membudidayakan buah pala. Seperti yang dilakukan oleh kelompok Tani Mekar Sari Jaya, yang sejak tahun 2016 lalu mulai melakukan pembenihan buah pala.

Tanaman yang bernama latin Myristica fragrans hout ini, selain banyak dimanfaatkan untuk keperluan bumbu dapur, juga memiliki harga yang cukup tinggi. Seperti yang disampaikan Ketua Kelompok Tani Mekar Sari Jaya, Ali, budidaya pala di kampungnya berawal dari program Kebun Bibit Rakyat (KBR) Badan Pengelola Daerah Aliran Sungai (BAPEDAS), Dinas Kehutanan Pemprov Kaltim, pada tahun lalu. Hingga saat ini dalam budidaya pala tersebut, dikatakannya, masih dalam bagian pelaksanaan program KBR dengan anggran sekitar Rp40 juta.
 
"Tapi bibit kita cari sendiri. Nah, saat turun programnya, saat itu bibitnya masih susah kita cari. Kalaupun ada, masih sangat sedikit. Nah diawal tahun 2017 barulah pasokan bibitnya mulai lancar. Kita cari bibitnya di wilayah Talisayan dan Batu Putih," ungkapnya kepada beraunews.com, Senin (16/10/2017).

 

Ia mengatakan, dari rencana pembibitan 20 ribu pohon pala, saat ini baru ada sekitar 15 ribu yang sudah mulai tumbuh. Padahal kata dia, jika dalam proses pembibitan semua bibit yang ditanam tumbuh, maka target pembibitan 20 ribu pohon pala tersebut sudah tercapai. Hanya saja, saat melakukan pembibitan, banyak bibit yang ditanam mati. Hal itupun telah ia sampaikan kepada tim audit dari instansi terkait saat melakukan kunjungan ke denplot budidaya lada miliknya, guna melihat perkembangan program tersebut.
 
"Saya sampaikan, karena tak semua yang kita tanam itu tumbuh, meskipun dilakukan perawatan dengan baik. Apalagi, kalau sudah buahnya berlubang sebesar jarum, itu sulit untuk tumbuh," ujarnya.

 

Terkait hal tersebut, pihaknya pun melakukan komunikasi secara intens dengan PPL setempat terkait budidaya buah pala.
 
"Ada perubahanlah. Kita ingin, akhir tahun nanti target 20 ribu benih pala dapat terealisasi. Sehingga, pada saat pembagaian kepada masyarakat, dan anggota kelompok tani tidak mengalami kendala," terangnya.(Hendra Irawan/bnc)