Rawan Illegal Logging, Biatan Ilir Maksimalkan Peran LPHD

 

BIATAN – Pemerintah Kampung Biatan Ilir terus memperketat pengawasan hutan di wilayahnya, baik itu hutan lindung maupun hutan yang telah berubah status menjadi hutan desa. Pasalnya, hingga saat ini tak sedikit oknum pengusaha kayu ilegal mencoba masuk ke hutan tersebut, guna mengambil hasil kayu secara diam-diam.

Kepala Kampung Biatan Ilir, Abdul Hafid menyampaikan, saat ini pihaknya telah membentuk Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD). Dimana dalam lembaga tersebut dibentuk tim pengawasan hutan yang telah di SK-kan oleh pemerintah kampung dalam melakukan penindakan terhadap oknum-oknum ilegal logging.

"Karena waktu melakukan survei sekaligus verifikasi terkait pengajuan hutan desa dulu, kita menemukan pelaku ilegal logging beserta truk yang dipakai untuk memuat kayunya," ungkapnya kepada beraunews.com, Sabtu (22/07/2017).

 

Ia mengatakan, hutan lindung atau hutan desa paling sering menjadi sasaran para pelaku penebangan liar. Sebab, hal itu terjadi karena lemahnya pengawasan dan penindakan, sehingga pencurian kayu masih terus terjadi.

Untuk itu, kata dia, pihaknya akan memaksilkan LPHD dalam melakukan pengawasan hutan. Sebab, salah satu tujuan utama pihaknya adalah mengubah status hutan lindung menjadi hutan desa. Selain untuk kepentingan masyarakat, juga menjaga hasil hutan dari penjarahan, terutama di sektor perkayuan. Ia menyampaikan, dalam pengelolaan hutan desa pemanfaatan sektor kayu tidak dibenarkan. Apalagi sampai melakukan usaha ilegal dengan cara pencurian kayu.

"Saya sudah sampaikan, jika ada oknum yang kedapatan, akan kita tindak, entah dengan denda atau kita serahkan ke aparat kepolisian," tegasnya.

 

Hutan Desa, lanjut Hafid, dibentuk untuk memanfaatkan hasil hutan bukan kayu. Dalam hal ini adalah rotan, damar, madu, serta pohon enau, untuk diolah sedemikian rupa melalui Badan Usaha Milik Kampung (BUMK), dengan tujuan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

"Makanya kita ingin tidak ada unsur pengrusakan di hutan ini. Karena jika hutan rusak akibat penebangan liar, secara tidak langsung juga berdampak pada sungai yang mengalir di sana," tandasnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: Rita Amelia