Pemerintah Kampung Bakal Kembangkan Gula Aren

 

BIATAN – Guna memaksimalkan potensi alam yang ada, pemerintah Kampung Biatan Ilir bakal memanfaatkan hasil hutan untuk dijadikan produk unggulan, dalam mendongkrak ekonomi masyarakat yang ada di kampung tersebut. Terlebih, setelah terbitnya surat keputusan (SK) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tentang perubahan status hutan lindung menjadi hutan desa, secara tidak langsung juga mendukung program pemerintah kampung tersebut.

Disampaikan Kepala Kampung Abdul Hafid, dalam mengelola hutan desa, pihaknya juga telah membentuk Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD). Ia mengatakan, dari pengelolaan hutan desa itu, pihaknya akan memanfaatkan salah satu hasil hutan yang cenderung ditinggalkan masyarakat, yakni pohon aren.

“Rencana kita akan membuat produk unggulan gula aren. Karena kita melihat, prospek produk ini sangat baik, apalagi pohon aren yang ada di hutan desa itu juga cukup banyak,” ungkapnya kepada beraunews.com, Senin (05/06/2017).

Tak hanya gula aren, dari pohon aren tersebut pihaknya juga akan memproduksi tuak manis yang akan dikemas sebaik mungkin dan dipasarkan secara luas. Menurutnya, air tuak manis yang didapatkan dari pohon aren tersebut bukan untuk digunakan untuk mabuk-mabukan seperti tuak pahit yang dipermentasi, melainkan digunakan untuk meringankan penyakit gula darah atau diabetes.

“Karena sudah ada yang pernah membuktikan, apalagi, tuak manis ini juga lebih baik dibanding gula jagung,” bebernya.

Rencana tersebut diakuinya bukan tanpa alasan, sebab, di sejumlah daerah yang ada di Pulau Jawa, dan Sulawesi produk gula aren, maupun olahan lainnya terbilang sukses, dan dapat diandalkan dalam meningkatkan penghasilan masyarakat.

 

“Tiga pohon aren saja apabila diolah dengan baik sudah bisa menghasilkan uang. Apalagi, dengan jumlah pohon aren yang mencapai ribuan yang ada di hutan desa. Kita juga telah mengimbau kepada masyarakat di sini mereka yang memiliki pohon aren untuk tidak ditebang,” imbuhnya.

Dijelaskannya, saat ini pihaknya masih melakukan berbagai persiapan, termasuk dalam pengadaan mesin produksi. Tidak hanya itu, pemerintah Biatan Ilir juga akan memaksimalkan hasil hutan lainnya, seperti Madu, Rotan, damar, dan hasil bukan kayu lainnya, untuk pemasaran sendiri disampaikannya akan dilakukan dengan BUMK kampung Biatan Ilir.

“Ini yang ingin kita kembangkan, karena saya yakin jika potensi alam ini dimanfaatkan, dan dikelola dengan baik tidak hanya akan menambah pendapatan kampung melalui BUMK saja, tetapi perekonomian masyarakat juga akan lebih meningkat,” tandasnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia