Biatan Ilir Sudah Terapkan Jam Malam, Kamtibmas Kampung Lebih Kondusif

 

BIATAN – Jika wilayah lain mulai berwacana untuk melakukan jam malam bagi masyarakat, pemerintah Kampung Biatan Ilir justru sudah lama memberlakukan sistem jam malam untuk mengatur masyarakatnya dalam beraktivitas di malam hari. Hal itu disampaikan Kepala Kampung Biatan Ilir, Abdul Hafid.

Dijelaskannya, pihaknya memberlakukan jam malam pada pukul 11.00 Wita, hal itu berlaku untuk semua masyarakat yang ada di kampungnya, tak terkecuali para pelajar. Ia mengatakan, hal itu diberlakukan bukan tanpa alasan. Sebab, selain mencegah opini negatif kepada masyarakatnya, juga mencegah hal yang tidak diinginkan. Hanya kata dia, sebelum hal itu diberlakukan, pihaknya melakukan sosialisasi kepada masyarakatnya.

“Setelah semua sepakat, kemudian kita tuangkan ke dalam Peraturan kampung (Perkam), dan itu kita buat sejak saya menjabat sebagai kepala kampung di sini,” bebernya kepada beraunews.com, Senin (22/05/2017).

Ia mengatakan, ada beberapa hal yang mendasari dibuatnya Perkam tersebut. Pasalnya sebelum aturan tersebut diberlakukan, di sekitar kampungnya cukup banyak kasus pencurian yang terjadi. Meskipun pencuriannya hanya skala kecil, namun hal itu cukup meresahkan. Dengan diberlakukannya jam malam tersebut, ada banyak hal yang mulai berubah, selain pola masyarakat yang tadinya beraktivitas hingga larut malam yang berpotensi menimbulkan prasangka buruk, kini sudah mulai berkurang.

“Bukan berarti tidak bisa keluar, kalau ada urusan penting silahkan saja. Tapi kalau hanya untuk jalan-jalan, saya kira tidak perlu. Dan anak-anak usia pelajar kalau sudah masuk jam malam tidak ada yang keluyuran lagi,” ungkapnya.

Disamping itu, setiap warga yang beraktivitas diatas jam 11 malam, juga dilakukan pemantauan. Bahkan disampaikannya beberapa waktu lalu, pernah terjadi kasus pencurian di kampungnya. Untuk mengetahui pelaku tersebut, pihaknya melakukan razia ke semua rumah warga yang diduga menjadi pelaku kasus tersebut. Namun, sebelum hal itu dilakukan, pihaknya lebih dulu berkoordinasi dengan aparat kepolisian serta meminta persetujuan kepada masyarakat.

“Setelah semua sepakat, kita razia ke semua rumah, dan Alhamdulillah pelakunya ketemu. Kemudian pelaku kita serahkan ke polisi untuk efek jera, tetapi kemudian kami meminta agar pelaku tidak dipenjara. Itu kita lakukan untuk memberikan shock teraphy,” bebernya.

 

Dengan berlakunya Perkam tersebut, kampungnya semakin kondusif, dan tertib. Terlebih, setiap kebijakan yang dilakukan pemerintahnya selalu didukung oleh masyarakat, sehingga penerapannya dapat berjalan lancar.

“Kita juga tidak merekomendasikan praktek perjudian di sini dalam bentuk apapun serta pesta. Kita tidak pandang bulu, asal di wilayah Biatan Ilir, akan kita tegur siapapun pelakunya. Dan Alhamdulillah semua masyarakat mendukung dengan aturan itu,” tandasnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia