Banjir, 2 Desa Terisolir

SEGAH – Hujan deras yang mengguyur selama satu malam mengakibatkan sungai Apau Indah meluap hingga merendam rumah dan perkebunan warga. Akibatnya, Kampung Siduung Indah dan Kampung Apau Indah terisolir lantaran ruas jalan utama menuju kedua kampung tersebut terputus.

Saripudin, warga setempat mengaku, banjir luapan sungai Apau Indah ini mulai merendam perkampungan sekitar pukul 01.00 Wita dini hari Minggu (28/8/2016). Saat kejadian, dirinya segera terbangun dan berhasil menyelamatkan harta benda sehingga tidak terendam banjir.

"Kita kaget, hujan disini ringan saja, tapi di hulu sungai ini yang deras, makanya banjir dadakan, sungai meluap beruntung kita cepat menyelamatkan diri," ungkapnya kepada beraunews. Com.

Bukan hanya mengakibatkan jalan utama terputus, banjir juga merendam belasan hektar lahan perkebunan sawit milik warga. Akibatnya, buah kelapa sawit yang siap panen perdana terancam gagal.

"Mau bagaimana lagi, ini baru buah perdana sudah terendam banjir. Kalau terendam sampai dua hari, kemungkinan besar bisa gagal panen, pasti rugi kita," keluhnya.

Meski kerap kali terjadi banjir seperti ini, bahkan bisa berlangsung 4 hari, namun warga sekitar mengaku belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah, baik itu obat-obatan maupun kebutuhan pokok lainnya.

"Belum pernah pemerintah daerah turun tangan, ini banjir kedalamanya 1 meter bisa bertahan sampai 3 atau 4 hari. Selama itu, kita makan sendiri-sendiri tidak pernah ada bantuan," tambahnya.

Selain membuat tanaman rusak, terancam gagal panen, 2 kampung terisolir, banjir juga mengakibatkan ekonomi warga lumpuh total.

"Banyak warga pekerja sawit, kalau kampung kami terisolir gara-gara jalan putus karena banjir, pasti kami banyak tidak kerja, otomatis ekonomi kita stop juga," pungkasnya.(M.S. Zuhrie)