Pulang Dari Filipina, Ngadu Sambil Nangis, Ada Apa???

PULAU DERAWAN – Tak mudah untuk berangkat haji di negeri ini, sekalipun ongkos naik haji sudah dalam genggaman. Pasalnya, mereka yang ingin berangkat harus melalui satu syarat, yakni menunggu. Ya, harus diakui, menunggu merupakan hal yang paling membosankan, apalagi sampai belasan tahun lamanya. Bukan pekerjaan mudah memang.

Sehingga wajar, bagi mereka yang tidak sabar ingin berhaji memilih jalur lain. Negara Filipina misalnya. Bagi sejumlah masyarakat Berau, khususnya warga Pulau Derawan dan sekitarnya, Filipina merupakan negara yang paling diminati untuk berhaji. Hal iktu lantaran di negara tersebut tidak perlu menunggu lama untuk menunaikan Rukun Islam ke-5 tersebut. Namun, jika tidak didampingi pihak tertentu disana, bisa jadi keinginan untuk segera berhaji berujung isak tangis.

Seperti yang dialami dua orang warga Pulau Derawan yang gagal naik haji setelah nekat melalui jalur Filipina belum lama ini. Selain gagal ke tanah suci, kedua warga tersebut juga harus mengikhlaskan uang puluhan juta rupiah yang mereka pakai untuk mengurus berbagai keperluan. Termasuk pulang pergi dari Indonesia menuju Filipina.

Hal itu juga dibenarkan Kepala Kampung Pulau Derawan, Bahri. Ia mengatakan, memang belum lama ini ada warganya yang nekat ingin berangkat haji melalui Filipina tapi gagal. Selain itu, untuk tahun ini, hanya ada dua warganya yang naik haji dengan jalur resmi dan tidak ada lagi warganya yang berangkat haji melalui Filipina.

“Sudah tidak ada lagi dari Filipina. Kemarin ada dua warga saya pulang dari sana nangis-nangis habis Rp80 juta berdua, dan mengadu ke saya tidak jadi haji. Kita juga tidak bisa apa-apa, karena bukan kita yang mengarahkan kesana (Filipina-red),” ungkapnya saat dihubungi beraunews.com, Jum’at (12/8/2016) kemarin.

Berdasarkan informasi yang ia dapat, calon jemaah haji dari Indonesia sudah tidak bisa lagi naik haji melalui Filipina. Hal itu lantaran otoritas Filipina mencekal WNI yang ingin naik haji secara illegal.

“Kabarnya pemerintahan Filipina yang baru ini sudah melarang keras. Makanya ada yang mau naik haji melalui sana setelah diurus tidak jadi berangkat,” bebernya.

Dikatakan Bahri, hal itu berbeda dari tahun sebelumnya, dimana memang ada warganya yang memilih jalur Filipina untuk berhaji. Ia pun menyarankan, kepada masyarakat untuk mengikuti aturan haji di Indonesia, meskipun harus menunggu.

“Dari pada uang puluhan juta raib tanpa arti, dan menjadi korban penipuan karena ingin cepat naik haji. Lebih baik ikuti saja regulasi haji yang sudah ada. Yang penting pintar-pintar memilih agen perjalanan, agar tidak dirugikan,” pungkasnya.(hir)