Pastikan Ternak Sapi Di Pesisir Bebas Anthrax

BATU PUTIH – Ribuan ternak yang berada di wilayah Pesisir Selatan Berau dipastikan bebas dari penyakit virus Anthrax. Hal itu disampaikan petugas kesehatan hewan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan (Disnakeswan), Berau yang bertugas di Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih, Asrori.

Diketahui, Anthrax merupakan virus yang menjangkiti ternak sapi dan dapat menular pada manusia dengan cepat. Tidak itu saja, virus tersebut juga sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian jika tertular. Di beberapa daerah di Pulau Sulawesi dikatakan Asrori, virus anthrax sudah banyak menyebar dan menjangkiti ternak sapi warga. Kendati demikian, di Kalimantan Timur sendiri khususnya di Kabupaten Berau hingga saat ini belum ada temuan terkait kasus Anthrax.

“Jadi untuk di Batu Putih dan wilayah lainnya di pesisir selatan Berau, kasus Anthrax belum pernah terjadi. Dan sapi-sapi di sini bisa dikatakan, bebas dari Anthrax,” ungkapnya pada beraunews.com, Selasa (2/8/2016).

Bahkan saat ini, pihaknya juga telah melakukan antisipasi dengan menghentikan pengiriman sapi dari Sulawesi menuju Kecamatan Biduk-Biduk yang bukan dari karantina. Hal itu dilakukan, dalam rangka mengantisipasi menyebarnya virus Anthrax ke wilayah Kabupaten Berau.

“Ini berlaku di luar karantina saja. Kalau sapi yang dikarantinakan sebelum dilakukan pengiriman sudah di cek lebih dulu kesehatannya,” bebernya.

Kendati demikian, diakuinya sejumlah penyakit hewan juga pernah menyerang sejumlah ternak sapi maupun kambing masyarakat yang berada di Kecamatan Batu Putih. Hanya, penyakit tersebut tidak membahayakan baik bagi ternak maupun manusia.

“Ada sejumlah penyakit tapi musiman dan tidak membahayakan. Seperti lumpuh mendadak atau demam tiga hari, itu penyakit musiman, dan sembuh dengan sendirinya,” ujar petugas kesehatan yang menangani Kecamatan Batu Putih dan Biduk-Biduk ini.

Dirinya juga meminta kerja sama kepada para peternak khususnya di Kecamatan Batu Putih dan Biduk-biduk, untuk selalu menjalin komunikasi dengan pihaknya jika ada mendapati hewan ternak yang mengalami sakit dengan ciri-ciri tertentu, agar dapat segera ditangani.

“Sampaikan saja, akan kita tindak lanjuti,” ujarnya.(hir)