Anjangsana Ke Kampung Terbaik Nasional

SAMBALIUNG – Sebelumnya, nama Gurimbang tidak banyak yang tahu, jangankan masyarakat luas di luar Berau, bahkan oleh warga Kabupaten Berau sendiri banyak yang tidak tahu letak Gurimbang yang ternyata merupakan sebuah nama kampung. Namun kini nama Gurimbang sudah menjadi lebih tenar, pasca dinobatkannya Gurimbang sebagai kampung terbaik nasional tahun 2015. Kemudian Gurimbang mulai ramai dikunjungi oleh pemerintahan kampung dari luar Kabupaten untuk berguru bagaimana menata kampung.

Untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus mengetahui lebih detail tentang keberadaan Kampung Gurimbang, yang dipimpin Madri Pani, sekaligus pemegang status kepala kampung teladan tingkat nasional tahun 2015, rombongan Kecamatan Tanjung Redeb, melakukan anjangsana atau kunjungan silaturahmi ke Kantor Pemerintahan Kampung Gurimbang, Rabu (27/7/2016).

Perjalanan menuju kampung yang terkenal dengan ikon udang galah dan kepiting tersebut dimulai dari Kantor Kecamatan Tanjung Redeb yang kemudian dilanjutkan ke Kantor Kecamatan Sambaliung. Rombongan yang dipimpin langsung Sekretaris Camat Tanjung Redeb, Bihamdi, kemudian langsung menuju Kampung Gurimbang sebagai tujuan utama perjalanan.

Sekitar kurang lebih 15 menit perjalanan, rombongan tiba di daerah Trans Bangun. Dalam perjalanan, rombongan disuguhi pemandangan bernuansa hijau disepanjang jalan tersebut. Beberapa lahan perkebunan warga setempat juga sempat menyita perhatian rombongan. Seperti kebun sayur-sayuran yang hasil panennya kemudian diperjualbelikan di pasar tumpah, Kampung Bebanir Bangun. Ada juga beberapa peternakan ayam petelur milik warga yang menjadi salah satu mata pencaharian mereka.

Nuansa kampung memang kental dikawasan ini, dan menjadi pemandangan menyenangan bagi warga yang sehari-harinya diisi kebisingan kota. Meskipun sudah hitam karena aspal, namun pengendara harus tetap berhati-hati ketika memasuki kawasan Kampung Bebanir Bangun. Pasalnya, beberapa sisi jalan terdapat lubang yang sewaktu-waktu dapat menjebak pengguna jalan.

Sekitar 20 menit perjalanan, papan selamat datang di Kampung Gurimbang, menjadi pertanda bahwa rombongan telah memasuki lokasi tujuan kunjungan mereka. Diiringi dengan candaan, sesekali rombongan membahas perubahan Kampung Gurimbang yang dianggap drastis selama masa kepemimpinan Kepala Kampung Gurimbang, Madri Pani.

“Ini dulunya saya pernah lewat sini tapi jalanannya masih susah. Apalagi kalau hujan, pasti licin. Sekarang sudah mulus,” ujar Faisal, salah seorang staf kecamatan yang sekaligus mejadi pengendali laju mobil.

Setelah melewati gapura udang galah dan kepiting bertuliskan Gurimbang yang terpajang dipinggir jalan menuju gerbang masuk pemukiman, rombongan kembali dikejutkan dengan kondisi perkampungan yang jauh lebih bersih dan tampak sehat. Aliran sungai yang menjadi pemandangan utama saat memasuki pemukiman warga akhirnya mengantarkan rombongan sampai menuju Kantor Pemerintahan Kampung Gurimbang.

Satu per satu anggota kecamatan turun dari mobil dan langsung menuju pintu masuk. Di sana, beberapa mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Mulawarman, Samarinda yang ditugaskan di kampung tersebut, menyambut hangat kedatangan rombongan. Begitu pula staf dan Kepala Kampung Gurimbang, yang langsung menjabat satu per satu tangan para anggota kecamatan yang datang. Suasana kekeluargaan mulai terasa saat Madri Pani, mempersilahkan rombongan menuju ruang kerjanya yang tertata rapi.

“Kami tidak menyangka kunjungan kami ini disambut sampai seperti ini. Kami sangat berterima kasih dan sekaligus meminta maaf karena telah merepotkan,” ucap Bihamdi sambil menduduki kursi yang telah disiapkan untuk para rombongan.

Mengawali perbincangan, Madri Pani yang didampingi oleh Sekcam Sambaliung, Robani, mengucapkan terima kasih kepada rombongan Kecamatan Tanjung Redeb, yang telah berinisiatif melakukan kunjungan ke kampung mereka. Dengan memaparkan sejumlah perubahan yang telah dialami kampung tersebut dari masa ke masa. Ia juga menceritakan sedikit revolusi mental yang berhasil diterapkan kepada masyarakatnya. Seperti mengubah pola pikir warga terkait pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan untuk meningkatkan perekonomian mereka.

Beberapa tahun lalu, sebagian besar warga kampung tersebut melakukan aktivitas mandi cuci kakus (MCK) langsung di pinggiran sungai. Hal itu berdampak pada sanitasi air yang menjadi tidak sehat, yang kemudian menimbulkan penyakit seperti demam berdarah, muntaber, diare yang berlebihan hingga chikungunya.

Hal tersebut mendorong Madri untuk melakukan suatu perubahan yang diawali dari perubahan pola pikir masyarakatnya. Kemudian langkah selanjutnya, dengan anggaran yang ada, mulai dibangun jamban sehat untuk warga. Sehingga tidak ada lagi yang melakukan MCK di sungai. Meskipun pada awalnya sulit mengubah mindset (pola pikir) warga, namun seiring berjalannya waktu akhirnya tidak ada lagi yang melakukan MCK di sungai. Saat diundang menemui Presiden Joko Widodo di Istana Bogor pada tanggal 18 Agustus 2015 lalu, ia juga sempat mendapat apresiasi terhadap program yang dicanangkannya tersebut.

“Tidak semua orang setuju dengan apa yang saya lakukan dulu. Bahkan saya sempat digelar warga saya sebagai orang Belanda karena pada saat itu apa yang saya perintahkan untuk dikerjakan harus dikerjakan, tidak boleh tidak. Termasuk jamban sehat tersebut,” kata pria kelahiran 3 Maret 1972 itu.

Selain mengisahkan segala macam pembangunan di kampung tersebut, tak lupa sejarah Kampung Gurimbang beserta kemajuan di segala aspek kehidupan kampung dipaparkannya.

Bihamdi yang didampingi beberapa Kepala Seksi (Kasi) di Kecamatan Tanjung Redeb seperti Kasi Trantib, Kasi Pendidikan, Kasi Pemerintahan dan Kasi Pemberdayaan Masyarakat, disela-sela kunjungan tersebut mengungkapkan tujuan kunjungan Kecamatan Tanjung Redeb, ke Kampung Gurimbang, semata-mata hanya untuk menguatkan silaturahmi sekaligus “berguru” cara yang dilakukan Kepala Kampung sebagai bahan untuk melaksanakan program-program kerja berikutnya, antara lain melibatkan segala unsur yang ada dalam melaksanakan pembangunan kampung, serta memanfaatkan potensi dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada.

“Kita ingin mencontoh apa yang menjadi kelebihan-kelebihan yang ada di kampung ini, bisa dibilang ini sebagai studi banding kita. Meskipun sebenarnya tidak bisa disamakan semua antara yang dilakukan di kota dan di desa, tetapi paling tidak ada beberapa pemikiran dari Kampung Gurimbang yang bisa diimplementasikan untuk membangun ke arah lebih baik lagi,” tandasnya.(mta)