Kampung Tambang Tak Teraliri Air Bersih, Bakal Dibantu PDAM Tirta Segah dan PT Berau Coal

 

TANJUNG REDEB – PDAM Tirta Segah mengamini keinginan masyarakat Kampung Tumbit Melayu, Kecamatan Teluk Bayur untuk melakukan pengecekan teknis terhadap 3 unit Water Treatment Plant (WTP) yang telah dibangunkan PT Berau Coal, namun sudah terhenti operasinya hanya dalam hitungan bulan sejak diresmikan tahun 2015 lalu.

Direktur PDAM Tirta Segah, Adief Mulyadi mengatakan, secara prinsip, pihaknya tentu saja selalu siap memberikan bantuan terkait air bersih, termasuk dalam melakukan pengecekan teknis sebagaimana dimohonkan masyarakat Kampung Tumbit Melayu.

“Bantuan apa saja yang diperlukan dari PDAM, pada prinsipnya kami siap membantu, termasuk dalam hal-hal yang bersifat teknis dalam pengoperasian WTP,” imbuhnya kepada beraunews.com, Senin (23/04/2018).

 

Namun demikian, terkait pengelolaan WTP dilakukan PDAM, Adief mengatakan, pihaknya menyarankan sebaiknya pengelolaan WTP tersebut dapat dilakukan secara mandiri oleh Kampung Tumbit Melayu melalui Badan Usaha Milik Kampung (BUMK). Pasalnya, pihaknya hanya akan mengelola WTP jika kapasitas WTP minimal 20 liter per detik dan jumlah minimum pelanggan sebanyak 2 ribu sambungan rumah.

“Kalau kita lihat kapasitas WTP di sana terlalu kecil, paling 2 sampai 5 liter per detik, jadi tidak mungkin pihak PDAM yang mengoperasikannya. Sebenarnya ini cukup dikelola oleh masyarakat saja, tidak harus PDAM. Cuma terkait hal-hal yang bersifat teknis dalam pengoperasian WTP yang perlu dukungan PDAM, pada prinsipnya kami siap membantu,” ucapnya.

Baca Juga : Miris!!! Dikelilingi Tambang, Kampung Ini Tak Teraliri Air Bersih

Dikonfirmasi terpisah, General Manager CSR PT Berau Coal, Horas Parsaulian Pardede juga mengatakan senada. Pada dasarnya, pihaknya siap untuk melakukan pengecekan WTP secara langsung ke lapangan. Hanya saja, agar berjalan efektif, ia meminta pengecekan di lapangan dilakukan bersama-sama PDAM Tirta Segah.

“Jadi lebih bagus kita dari PT Berau Coal dan PDAM bersama-sama nanti ke sana. Tinggal cari waktu yang tepat untuk melihat alat (WTP-red) itu,” ujarnya. 

 

Terkait pemeliharaan WTP, Horas mengatakan, pihaknya melalui dana CSR PT Berau Coal akan menganggarkan biaya pemeliharaan WTP di Kampung Tumbit Melayu jika hasil pengecekan teknis oleh PDAM Tirta Segah memang memerlukan perawatan WTP.

“Karena sudah lama tidak digunakann, nanti kita cek seperti apa kondisinya, bagaimana kerusakannya. Kita juga ada anggaran maintenence (pemeliharaan) alat,” tutupnya.(NR Dewi/bnc)