Penyelesaian Tapal Batas Kampung Molor

 

TALISAYAN – Penyelesaian tapal batas atau batas administrasi antar kampung di wilayah pesisir selatan Berau, khususnya wilayah Kecamatan Talisayan masih menjadi pekerjaan rumah Pemkab Berau. Pasalnya, target penyelesaian tapal batas kampung yang dicanangkan Bupati Muharram pada tahun 2017 lalu, ternyata tidak semudah kenyataannya.

Hal itu disampaikan Bagian Kerjasama dan Penataan Wilayah Sekda Berau, Tri Anggoro saat diwawancarai beraunews.com. Ia menjelaskan, belum tuntasnya tapal batas antar kampung tersebut disebabkan banyak faktor. Salah satunya peta yang hilang, dan sulitnya medan dalam menentukan titik kordinat batas wilayah. Tak hanya itu, ada batas wilayah yang telah disepakati, namun dibatalkan lantaran perbedaan pendapat dari kepala kampung lama dan baru menjabat.

"Jadi memang banyak kendala dilapangan," terangnya baru-baru ini.

BACA JUGA :Batas Kampung Di Talisayan Dipastikan Akan Selesai

Sejauh ini, untuk tapal batas administrasi kampung di wilayah Kecamatan Talisayan, masih baru 3 kampung yang sudah menemui kata sepakat, yakni kampung Sumber Mulya, Bumi Jaya, dan Tunggal Bumi. Sementara untuk kampung lainnya, masih terus dilakukan mediasi.

Kendati demikian, pihaknya menargetkan, akan menuntaskan batas kampung yang ada di wilayah Kecamatan Talisayan pada tahun ini. Seperti diketahui, pihak Kecamatan Talisayan juga terus melakukan pendampingan dalam melakukan mediasi agar tapal batas kampung dapat segera selesai.

Tetapi, jika sampai tiga kali mediasi tidak membuahkan hasil, maka akan segera ditangani kabupaten. Apabila, tim dari kabupaten juga tidak bisa menyelesaikan, maka pemerintah kampung diminta membuat berita acara dan menyerahkan penetapan tapal batas langsung ke Bupati. Setelah seluruh tapal batas tuntas, maka hal itu akan dituangkan ke dalam Peraturan Bupati.

"Karena, berdasarkan Permendagri Nomor 45/2016, keputusan akhir batas kampung atau kecamatan ditangan Bupati," pungkasnya.(Hendra Irawan/bnc)