Tak Hanya Pariwisata, Sektor Perikanan Laut Juga Jadi Sasaran

 

TALISAYAN – Kian serius dalam menarik jumlah Pendapatan Asli Kampung (PAK), BUMK Kampung Talisayan Kecamatan Talisayan, tak hanya mengandalkan sektor patiwisata saja, seperti wisata hiu tutulnya.

Saat ini, ada sejumlah potensi yang dilirik oleh pihak BUMK guna menambah pundi-pundi PAK. Salah satunya, sektor sumber daya perikanan laut. Seperti diketahui, Kampung Talisayan merupakan salah satu kampung penghasil ikan segar terbesar di Kabupaten Berau. Puluhan, bahkan ratusan ton didaratkan setiap bulannya.

Ketua BUMK Talisayan, Khairil mengatakan, pihaknya kini masih menyusun rencana dalam mengelola hasil perikanan di Talisayan. Ia menilai, sektor tersebut, merupakan peluang besar yang sayang untuk dilewatkan. Apalagi, hasil ikan Talisayan juga banyak dipasarkan di luar daerah Berau.

"Ini peluang yang sangat bagus, dan akan coba kita sentuh. Sebagai lembaga bisnis kampung, kami melihat potensi ini sangat menjanjikan," ungkapnya.

Ia menjelaskan, nelayan di kampungnya bisa menghasilkan ikan segar paling tidak sekitar 45 ton per hari. Jika dikalkulasi, misalnya dari setiap penjualan per kilogramnya dipungut retribusi sekitar Rp100 saja, maka pemasukan kampung yang didapat dari sektor tersebut adalah Rp4,5 juta per hari. 

"Nah peluang seperti ini yang coba kita manfaatkan. Karena sangat disayangkan, jika hal seperti ini tidak dikelola untuk kepentingan kampung," ujarnya.

Akan tetapi, sebelum pihaknya benar-benar melaksanakan kegiatan tersebut, dirinya akan melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat nelayan di kampungnya. Sebab, kata dia, nelayan juga harus mengerti tujuan dari retribusi itu sendiri. Disamping itu, apa timbal balik dari retribusi kepada nelayan juga harus disampaikan.

Dirinya pun berharap, rencana tersebut mendapat dukungan dari instansi teknis, serta Pemerintah Kampung Talisayan. Salah satunya dengan menyediakan fasilitas pangkalan pendaratan ikan. Sehingga, dengan adanya fasilitas tersebut memudahkan nelayan dalam mendaratkan ikan dengan berbasis satu pintu.

"Yang jelas, program kita ini didukung dulu oleh pemerintah, agar semua rencana yang kita susun dapat berjalan maksimal," tandasnya.(Hendra Irawan/bnc)