Harga Masih Jatuh, Petani Lada Pasrah

 

BATU PUTIH – Terpuruknya harga lada masih akan terus berlanjut hingga awal tahun 2018 mendatang. Pasalnya, sampai di penghujung tahun ini, harga tanaman rempah tersebut hanya dihargai sekitar Rp55 ribu saja.

Tentu saja, kondisi tersebut menjadi perhatian serius bagi petani. Sebab, sepanjang tahun 2016 ini, harga lada sudah tak pernah menyentuh harga memuaskan. Meski begitu, masih banyak petani yang tetap berharap harga lada kembali membaik.

"Pembeli (tengkulak-red) beraninya hanya Rp50 ribu satu kilogram. Kita mau menyimpan terlalu lama, khawatir kualitasnya akan rusak. Terpaksa dijual saja dengan harga seperti itu," ungkap Kurdiah, petani dari Kampung Tembudan Kecamatan Batu Putih kepada beraunews.com, Sabtu (16/12/2017).

BACA JUGA : Masih Rendah, Petani Minta Harga Lada Jadi Perhatian Pemerintah

Masih rendahnya harga tersebut, dikatakan Kurdiah, sudah terjadi sepanjang tahun ini. Bahkan, tak sedikit petani lada yang merasa rugi. Disamping itu, kondisi tersebut juga berpengaruh dengan semangat petani dalam mengembangkan tanaman lada. Belum lagi, biaya perawatan lada yang semakin membengkak. Dengan harga tersebut, tentu tidak sebanding dengan biaya yang telah dikeluarkan.

"Memang tak sebanding. Cuma mau bagaimana lagi. Apalagi, perawatan lada ini juga cukup cerewet, dan rentan diserang hama," jelasnya.

Petani lada di Kampung Tembudan lainnya, Nur Sian juga mengatakan hal senada. Dirinya pun mengaku pasrah dengan kondisi harga tersebut. Kendati demikian, ia tetap berharap harga lada dapat kembali normal.

"Kalau sudah harganya begitu, mau bagaimana lagi. Semoga saja, nanti bisa normal lagi," ujarnya.

Sementara itu, Aziz, salah seorang pengepul membenarkan masih terpuruknya harga tersebut. Dirinya pun tidak mengetahui secara pasti penyebab masih anjloknya harga lada di wilayah pesisir selatan Berau.

"Tidak tahu juga. Cuma yang pasti harganya memang sangat jatuh. Tak hanya di wilayah Batu Putih, di Biatan juga seperti itu," bebernya.

Tak hanya itu, harga pasaran lada di Kota Samarinda juga diakuinya tak jauh beda dengan harga lada di Berau, khususnya di wilayah pesisir selatan Berau. Ia memprediksi, rendahnya harga tersebut, masih terjadi di tahun mendatang.

"Sepertinya sampai tahun depan. Karena, sampai saat ini, harga lada dipasaran masih tetap rendah. Kalaupun naik, itu pun hanya naik Rp5 ribu," tandasnya.(Hendra Irawan/bnc)