Pemasaran Dan Fasilitas Kendala Sektor Pertanian

TALISAYAN – Untuk meningkatkan hasil produksi pertanian, selain harus didukung petani, juga diperlukan bukti nyata dukungan dari pemerintah, baik itu dari kabupaten, provinsi, maupun pemerintah pusat. Terlebih dengan program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah saat ini diakui bukanlah hal perkara mudah, jika hal itu dilakukan tanpa ada kerja sama yang baik antar petani dan pemerintah.

Kepala Kampung Eka Sapta, Kecamatan Talisayan, Imam Supriadi mengatakan, meski sulit hal itu bisa dilakukan. Bahkan, dirinya juga mengatakan saat berpidato dihadapan Bupati Berau, Muharram saat tanam perdana beberapa bulan lalu, dirinya menginginkan lima kecamatan yang ada di wilayah pesisir selatan Berau saling bekerja sama demi tercapainya program tersebut, terutama di sektor pertanian jagung.

Tidak itu saja, selain mampu merealisikan program tersebut, pihaknya yakin dengan bersatunya lima kecamatan ini dapat menjadi penghasil jagung terbesar di wilayah Kalimantan Timur, sekaligus menjadi lumbung jagung di Provinsi Kalimantan Timur.

"Untuk mendukung itu, dibutuhkan fasilitas pertanian, seperti gudang penampungan, alat penjemuran jagung, jalan produksi serta alat pertanian modern yang memudahkan petani," terangnya.

Disamping itu, hal yang paling mendasar dikatakannya, belum jelasnya pemasaran jagung diwilayahnya. Apalagi melimpahnya hasil panen jagung tidak diimbangi dengan pemasaran di wilayah tersebut. Hal ini yang membuat harga jagung menjadi tidak jelas, bahkan cenderung dipermainkan tengkulak.

Pihaknya pun berharap masalah klasik seperti ini mendapat solusi terbaik dari pemerintah. Karena menurutnya, dengan stabilnya harga secara tidak langsung memberikan petani semangat untuk tetap konsisten mengembangkan tanaman jagung.

Dirinya juga menyampaikan, pihaknya secara tegas menolak perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ingin masuk ke Kampung Eka Sapta, hal itu dilakukan sebagai wujud komitmennya untuk mendukung program pemerintah.

"Kami berharap ada pihak ketiga untuk menampung hasil panen jagung petani di sini, agar petani bisa hidup sejahtera dan bisa mendukung program pemerintah. Saya juga memohon agar Pemkab tidak memberikan izin pada perusahaan sawit apapun untuk masuk ke Eka Sapta, agar petani fokus pada pertanian," tutupnya.(hir)