Baru 28 BUMK Terbentuk di Berau

 

TANJUNG REDEB – Permendesa Nomor 4/2015 tentang Pendirian, Pengurusan dan Pengelolaan, dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), menjadi pedoman bagi daerah dan desa dalam mendirikan BUMDes.

Bahkan, mengingat arti penting keberadaan BUMDes bagi perekonomian desa itu, menjadikan keberadaan BUMDes menjadi salah satu indikator kerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK). Dimana, semakin banyak jumlah BUMDes, maka semakin baik kinerja DPMK. Demikian pula sebaliknya, semakin sedikit, maka semakin kurang baik kinerjanya. Hal tersebut sebagaimana diatur menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18/2016 tentang Perangkat Daerah.
 
Lalu berapakah jumlah BUMDes di Kabupaten Berau? Kepala DPMK Berau, Ilyas Natsir melalui Kasi Pemberdayaan dan Penggembangan Usaha Ekonomi Masyarakat, Agus Salim mengatakan, saat ini dari 100 kampung yang ada di Kabupaten Berau, sudah ada 28 BUMDes (di Berau Badan Usaha Milik Kampung atau BUMK), baik aktif maupun tidak aktif. 
 
“BUMK sudah banyak yang terbentuk, namum belum berjalan di karena tidak ada dana awal. Tetapi sesuai dengan Permendesa Nomor 4/2015, sebenarnya BUMK bisa menjalakan usaha tanpa modal. Caranya, bisa membuka kerja sama dengan pihak swasta maupun perbankan,” jelasnya kepada beraunews.com, Kamis (25/08/2017).
 
Agus menambahkan, untuk permodalan BUMK, sebenarnya apapun aset milik kampung, boleh di kelola BUMK. Namun, terlebih dahulu aset kampung tersebut harus diserahkan dari Pemerintahan Kampung ke BUMK,” tutupnya.
 
Berdasarkan hal tersebut, maka jika dilihat dari indikator kinerja menurut PP Nomor 18/2016, dengan jumlah BUMK sebanyak 28, DPMK Berau memperoleh skor 10 atau dikatagori kurang baik, khusus untuk indikator tersebut.(*bnc)
 
Wartawan: Rama Sihotang/Editor: Rita Amelia