Bikin Ribut di Objek Wisata, Dua Pemuda Diganjar Denda Adat

 

BATU PUTIH - Jika sedang berkunjung ke suatu tempat, ada baiknya selalu menjaga etika bertamu, atau mengikuti peraturan yang berlaku di wilayah tersebut. Jangan sampai melanggar aturan, apalagi sampai berlagak sok jagoan. Jika tidak, sanksi tegas bakal didapat. Seperti yang terjadi pada dua remaja warga Kampung Tembudan, yang biasa dipanggil Joko dan Firdaus ini.

Keduanya terpaksa dilaporkan ke aparat Polsek Talisayan, lantaran berulah di lokasi objek wisata Tulung Ni' Lenggo yang berada di kampung tersebut. Tak hanya itu, mereka juga didenda oleh pihak adat Kampung Tembudan.

Jumat (18/08/2017), sekitar pukul 16.40 Wita, usai kegiatan pawai di Kampung Tembudan, denda tersebut diberikan oleh Ketua Adat Kampung Tembudan, Jauhari dihadapan Camat Batu Putih Mansyur, pemerintah Kampung Tembudan, serta aparat Pospol Tembudan.

Denda tersebut berupa mangkok putih dan kain putih. Selanjutnya, sejumlah mangkok tersebut dari Joko dan Firdaus kemudian diberikan kepada pihak adat, serta kepada salah seorang penjaga keamanan Tulung Ni' Lenggo, Asmuni.

Berdasarkan kronologi kejadian, pada 13 Agustus lalu, Joko dan Firdaus sedang berkunjung ke objek wisata Tulung Ni' Lenggo. Saat berada di objek wisata tersebut, keduanya diduga tengah meminum minuman keras. Di waktu bersamaan, Asmuni datang dan menegur agar kegiatan mereka dihentikan. Merasa tak terima, keduanya langsung membuat keributan sehingga pihak kepolisian terpaksa dipanggil untuk mengamankan mereka.

Meskipun masalah tersebut telah diselesaikan dengan pembuatan berita acara, akan tetapi, keduanya tetap wajib lapor ke pihak kepolisian setempat, dan tetap dikenai denda adat. Hal itu dilakukan guna memberikan efek jera, agar tidak mengulangi hal sama nantinya.

Ketua Adat Kampung Tembudan, Jauhari mengatakan, dalam kepemerintahan, keduanya tetap harus melaporkan diri dalam jangka waktu tertentu. Sementara dalam adat, keduanya tetap dikenai denda, karena selain mengganggu kenyamanan pengunjung berwisata, keduanya juga telah mengganggu Kamtibmas Kampung Tembudan.

“Kita tetap kenakan denda, dan hukuman bertugas sebagai tenaga kebersihan di Tulung Ni' Lenggo selama satu bulan,” ujarnya di hadapan ratusan warga.

 

Dirinya mengatakan, apa yang telah dilakukan Joko dan Firdaus tersebut diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi warga lain. Sehingga, apa yang telah menjadi aturan baik itu di tempat wisata maupun di lingkungan kampung dapat menjadi perhatian bersama.

Ia juga menegaskan, denda adat tidak pandang bulu. Baik itu masyarakat yang berasal dari luar kampung maupun masyarakat Kampung Tembudan sendiri. Jika membuat keributan atau melanggar Kamtibmas akan dikenakan denda adat, sesuai dengan apa yang telah diperbuat.

“Kita tegas, tidak memandang dari mana asalnya. Kalau melanggar aturan dan membuat keributan di Kampung Tembudan, selain akan berurusan dengan kepolisian juga akan berurusan dengan adat,” tegasnya.

Sementara itu, kedua pemuda yang telah didenda tersebut juga diberikan peringatan keras untuk tidak mengulangi perbuatannya. Jauhari juga menyampaikan kepada masyarakat yang ingin berkunjung ke Tulung Ni' Lenggo untuk tidak lagi takut atau khawatir.

“Kami pastikan hal itu tidak terulang lagi. Jika ada oknum yang mencoba atau mengundang keributan, segera laporkan. Kami selaku pihak adat siap turun tangan,” tandasnya.

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia