Begini Cara Masyarakat Tembudan Peringati Kemerdekaan

 

BATU PUTIH – Dalam rangka memperingati Proklamasi Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia, sejumlah elemen masyarakat di Kampung Tembudan Kecamatan Batu Putih menggelar parade pengibaran bendera di sejumlah lokasi yang ada di Kampung Tembudan.

Setidaknya, ada sekitar lebih 80 peserta yang memeriahkan parade pengibaran tersebut, terdiri dari Pemerintah Kampung Tembudan, tokoh adat, karang taruna, pokdarwis, kelompok mangrove, pemuda SAL, hingga sejumlah LSM serta komunitas. Parade pengibaran bendera diawali di hutan mangrove dengan menggunakan kapal pada pukul 09.00 Wita, Kamis (17/08/2017).
 
Pengibaran sendiri dilakukan dengan cara berendam di sekitar hutan mangrove. Meskipun harus berbasah-basah, namun tak menyurutkan antusias dan semangat peserta. Layaknya upacara biasanya, pengibaran bendera juga disertai dengan pembacaan proklamasi. Tak hanya itu, seluruh peserta yang mengikuti parade pengibaran tersebut juga ikut serta menyanyikan lagu kebangsaan.
 
Pengibaran bendera sendiri dilakukan kurang lebih 20 menit lamanya. Usai melaksanakan pengibaran bendera, peserta kemudian bergerak menuju air terjun yang berada di wilayah hutan Ulayat Kakarau. Lokasinya sendiri hanya berjarak sekitar 20 menit perjalanan dari pemukiman Kampung Tembudan.

 

Dilokasi tersebut pengibaran bendera juga dilakukan disekitar air terjun. Tak hanya itu, pengibaran bendera juga dilakukan di Luang Bayan, yang juga berada tidak jauh dari pemukiman.
 
Kegiatan yang diinisiasi oleh masyarakat Kampung Tembudan, dimana pengumpulan dananya melalui swadaya sejumlah tokoh masyarakat, serta sejumlah LSM serta komunitas, berakhir di Tulung Ni' Lenggo pada pukul 13.00 Wita.
 
Ketua BUMK Rindang Jaya, Kampung Tembudan, Bernard menyampaikan, selain memperingati kemerdekaan ke-72 Indonesia, tujuan lainnya melakukan parade bendera di 4 titik lokasi, yakni ingin mempromosikan sejumlah spot yang memiliki nilai wisata.
 
Seperti diketahui, sejauh ini hanya ada dua objek wisata yang telah dikenal oleh masyarakat, yakni Tulung Ni' Lenggo dan hutan mangrove yang mulai dikembangkan menjadi wisata edukasi.
 
"Ini untuk mengenalkan ke masyarakat luas bahwa tidak hanya Tulung Ni' Lenggo saja. Masih ada spot-spot lain yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi saat ke Kampung Tembudan," ungkapnya.

 

Dirinya berharap, dengan kegiatan parade pengibaran bendera tersebut dapat mengangkat keberadaan sejumlah spot tersebut menjadi objek wisata.
 
"Keinginan kita semua, spot yang bernilai wisata di Kampung Tembudan dapat dikembangkan menjadi objek wisata, seperti Tulung Ni' Lenggo yang lebih dulu dikenal masyarakat," tandasnya.(bnc)
 
Wartawan: Hendra Irawan/Editor: Rita Amelia