Jalan Usaha Tani Jadi Program Prioritas Tiap Tahun

 

TALISAYAN – Dengan dikucurkannya dana ADK kepada semua kampung di wilayah Kabupaten Berau, memberikan dampak besar bagi percepatan pembangunan di kampung. Seperti yang terjadi di Kampung Suka Murya, Kecamatan Talisayan, dimana dana tersebut digunakan atau dimanfaatkan pemerintah kampung, guna meningkatkan pembangunan kampung, khususnya pemenuhan sarana pertanian dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Kepala Kampung Suka Murya, Ferdi menyampaikan, pembangunan jalan produksi atau jalan usaha tani, serta perawatan jalan kampung menjadi prioritas tiap tahunnya. Seperti peningkatan atau pembangunan jalan usaha tani dan jalan produksi sangat berdampak bagi petani terutama dalam memudahkan petani beraktivitas. Tak hanya memudahkan akses menuju lokasi pertanian, hal itu juga berdampak pada perkembangan pertanian di wilayahnya.

“Program seperti ini sangat berperan penting. Karena, jika pertanian berkembang, peningkatan di sektor ekonomi masyarakat juga pasti berkembang," ungkapnya kepada beraunews.com, Jumat (14/07/2017).

Seperti diketahui, Kampung Suka Murya merupakan wilayah yang cukup potensial dengan sektor pertaniannya. Terutama sektor pertanian jagung dan padi. Bahkan, kedua komoditi tersebut telah menjadi tanaman unggulan.

Lebih lanjut ia menyampaikan, pengembangan luasan pertanian di kampungnya beberapa tahun lalu terbilang cukup lamban. Sebab, minimnya akses atau fasilitas dasar terutama jalan, membuat pertanian di kampungnya tidak maksimal. Hal itu dikarenakan petani mengalami kesulitan membuka atau menambah lahan.

“Kalau hujan, syukur-syukur masih bisa dilalui sepeda motor. Disamping itu, banyak juga lahan yang sengaja dibiarkan karena sulitnya akses menuju ke lokasi. Tapi sekarang, petani tidak lagi kesulitan, lantaran kita sudah membangun atau meningkatkan akses jalan guna mendukung petani. Dan setiap tahun, ini akan kita programkan sampai kebutuhan petani dapat terpenuhi," bebernya.

Disamping akses jalan, salah satu hal yang mendasar dan selalu menjadi persoalan petani adalah belum maksimalnya pemasaran hasil pertanian, seperti jagung. Kalaupun ada, harganya jauh lebih rendah dari yang diharapkan.

"Ini masalah klasik sebenarnya, dan sampai saat ini saya kira masih belum ada solusi yang benar-benar membuat petani merasa puas," tandasnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia