Minimalisir Kenakalan Remaja, Camat Keluarkan Surat Edaran

 

TALISAYAN – Guna meminimalisir meningkatnya kenakalan remaja di wilayah Kecamatan Talisayan, Camat Talisayan David Pamudji mengeluarkan surat edaran nomor:300/1094/TRANTIB/VI/2017, tentang jam wajib belajar pada malam hari, dan larangan membawa kendaraan bermotor, serta larangan membawa handphone bagi anak pelajar di wilayah Kecamatan Talisayan.

Hal itu dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagaimana visi dan misi Pemerintah Kabupaten Berau, guna mendukung tertib berlalu lintas. Khususnya bagi anak pelajar di wilayah administrasinya. Disamping itu, edaran tersebut merupakan tindaklanjut dari keputusan rapat terpadu, yang dilaksanakan pada Senin (05/06/2017) lalu di kantor Kecamatan Talisayan.

Berdasarkan isi dari surat edaran tersebut, pemberlakuan jam wajib belajar pada malam hari dilaksanakan pada pukul 19.00 Wita hingga 22.00 Wita dan selanjutnya berada di rumah dalam lingkungan keluarga.

“Anak boleh keluar rumah untuk hal-hal yang bersifat penting, atau ibadah. Dengan ketentuan telah mendapat izin dari orang tua atau keluarga,” ungkapnya kepada beraunews.com, Jumat (16/06/2017).

Tak hanya itu, berdasarkan surat edaran itu juga, anak atau pelajar yang belum memiliki lisensi mengemudi atau SIM, juga tidak diperkenankan membawa kendaraan baik itu kendaraan roda dua maupun roda empat ke sekolah.

“Apalagi sambil main Hp saat sedang berkendara. Kita juga melarang anak-anak untuk membawa handphone ke sekolah atau ke tempat ibadah,” bebernya.

Untuk efektivitas terlaksananya hal tersebut, pihaknya meminta kepada seluruh kepala kampung beserta aparatur kampung lainnya, serta kepala sekolah, dan seluruh masyarakat se Kecamatan Talisayan untuk mempublikasikan dan mengawasi secara efektif di lingkungan masing-masing.

“Kita juga berharap kepada aparat keamanan baik itu Satpol PP Kecamatan, jajaran Polsek Talisayan, serta Koramil untuk dapat melakukan pengawasan, razia, pembinaan serta teguran terhadap anak-anak, maupun orang tua yang tidak mematuhi surat edaran yang telah kita buat,” ujarnya.

Pihaknya juga meminta kepada kepala kampung, dan kepala sekolah agar menyampaikan laporan tertulis setiap tiga bulan sekali tentang implementasi, dan pelaksanaan seperti yang tertuang di surat edaran.

“Sementara ini kami akan melakukan monitoring serta evaluasi secara berkala. Terkait hal ini, kita juga sudah memberikan tembusan kepada Ketua DPRD, Bupati Berau, serta instansi terkait yang ada di Kabupaten Berau, seperti Satpol PP, Dinas Pendidikan, maupun DPMK,” tandasnya.(bnc)


Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia