Petani Lada Keluhkan Hama Ulat

BATU PUTIH – Serangan ulat yang menggerogoti akar tanaman dikeluhkan petani lada di Kampung Tembudan Kecamatan Batu Putih. Padahal, lada merupakan komoditas unggulan di  wilayah tersebut.

Seperti yang dialami Nain (35), petani lada setempat. Ia mengatakan, akibat serangan ulat tersebut tidak sedikit tanaman ladanya menguning dan mati.

"Ini berbeda dengan hama daun yang bisa dikendalikan dengan penyemprotan. Tetapi ulat ini menyerang akar dari dalam tanah, dan belum ada obatnya. Kalau begitu sudah pasti akan mati," katanya pada beraunews.com, Minggu (26/06/2016).

Dalam upaya pengendalian, dirinya pernah mencoba menaruh serbuk racun hama yang dihambur disekitar akar lada. Namun hal itu diakuinya, tidak begitu memuaskan. Bahkan ia juga pernah menggali akar lada miliknya yang sudah mati akibat serangan ulat dan menemukan sejumlah ulat disekitar akar lada.

"Saya penasaran makanya saya gali. Ternyata memang ada ulatnya," ungkapnya

Sampai sekarang, dirinya belum menemukan solusi untuk mengatasi hama ulat tersebut, belum lagi tanaman lada miliknya sudah banyak yang mati.

"Jika hari ini melihat tanaman lada subur, maka satu atau dua minggu kedepan daunnya sudah mulai kuning karena akar lada sudah putus dimakan ulat. Ada juga buahnya jatuh sebelum bisa dipanen. Ini juga menjadi salah satu kendala kami di sini," ujarnya.

Ia mengharapkan, bantuan pembinaan dan penyuluhan dari pemerintah guna mendapatkan solusi bagaimana mengatasi hama ulat tersebut.

"Sampai sekarang rata-rata keluhan petani adalah serangan hama ulat yang belum ada cara untuk mengatasinya," tutupnya.(hir)