Pengairan Tidak Maksimal, Sumur Bor Akan Dibuat

 

TALISAYAN – Sektor pertanian yang ada di Kampung Bumi Jaya Kecamatan Talisayan berjalan belum begitu maksimal. Sebab, hingga saat ini pengairan sawah petani di sana tidak berjalan dengan baik.

Kepala Kampung Bumi Jaya, Simprinas Erwan, menyampaikan, kendala tersebut sudah cukup lama dirasakan warganya, khususnya petani padi sawah. Pasalnya, pertanian padi sawah cenderung bergantung pada lancarnya pengairan.

“Hingga sekarang permasalahan petani di sini minimnya pengarian. Akibatnya berdampak pada petani, yang beralih kepada perkebunan kelapa sawit,” ujarnya kepada beraunews.com, Senin (15/05/2017).

Tak hanya di situ, saat ini jumlah lahan pertanian di kampungnya hanya berkisar sekitar 100 hektar saja. Untuk menjaga keberlangsungan pertanian, dan menambah semangat petani padi sawah, terang dia, dibutuhkan wadah air sebagai penjamin area persawahan agar tak mengalami kekeringan ketika terjadi musim kemarau. Untuk menyiasati hal tersebut, pihaknya telah memiliki alternatif untuk membantu suplai air di irigasi guna mengaliri sawah petani.

Dikatakan Erwan, pihaknya kini tengah mengupayakan pengadaan sumur bor yang nantinya akan dibangun di sejumlah titik area persawahan. Apalagi kata dia, untuk pengadaan sumur bor sendiri disampaikannya akan segera dilakukan.

 

Hanya kata dia, untuk uji coba, pihaknya akan memasang satu unit sumur bor. Hal itu dilakukan untuk mengetahui seberapa besar volume air yang dihasilkan sumur bor tersebut untuk mengairi sawah petani. Dijelaskannya, untuk ukuran sumur  bor sendiri, memiliki kapasitas lebih besar dari sumur bor biasanya.

“Jika bisa membantu, maka akan kita bangun lebih banyak di sejumlah titik. Agar kebutuhan pengairan petani dapat merata,” bebernya.

Jika dengan keberadaan sumur bor ini menjadi solusi bagi minimnya pengairan sawah di kampungnya, maka pihaknya hanya tinggal memaksimalkan potensi pertanian palawija di wilayahnya. Apalagi kata dia, Kampung Bumi Jaya juga dikenal sebagai salah satu penghasil palawija terbesar di Kecamatan Talisayan, seperti padi sawah, dan kedelai.

“Yang jelas kita tetap berupaya meningkatkan potensi pertanian yang ada. Salah satu langkahnya dengan meminimalisir keluhan, dan mencari solusi setiap permasalahan yang ada, agar pertanian tetap berkembang,” tandasnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia