Semakin Marak, Pengendara Dibawah Umur Perlu Penegasan

 

TALISAYAN – Masih maraknya pengendara motor yang usianya jauh dari kata siap, terus menjadi sorotan pemerintah Kecamatan Talisayan, khususnya Camat Talisayan David Pamudji. Ia mengatakan, saat ini pengendara yang berusia dibawah umur khususnya di wilayah Talisayan semakin banyak. Tentu saja hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri, mengingat sudah cukup banyak kecelakaan terjadi yang didominasi anak dibawah umur.

“Kita amat prihatin. Karena meskipun sudah banyak kejadian lakalantas yang melibatkan pelajar, tetap saja masih dibiarkan bebas berkendara. Anehnya, orang tua dari anak-anak itu cenderung cuek,” ungkapnya kepada beraunews.com, Kamis (04/05/2017).

Terkait hal itu, pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan lintas sektor lainnya, khususnya aparat kepolisian setempat untuk mencari solusi, agar pelajar yang masih belum cukup umur tidak bebas berkendara. Disamping itu, pihaknya juga akan membahas persoalan tersebut dengan pemerintah kampung yang ada di wilayah kerjanya.

Sebenarnya, masalah tersebut sudah pernah dibahas dalam forum resmi yang digelar oleh pemerintah kecamatan. Hanya kata dia, belum ada tindak lanjut dari rencana melakukan tindakan sendiri, perlu ada kerjasama dengan lintas sektor lain. Khususnya dukungan dan kerjasama dari pihak sekolah, baik itu SD hingga SMA.

Untuk menindaklanjuti upaya tersebut, pihaknya akan kembali menggelar pertemuan atau rapat koordinasi dengan pihak-pihak terkait, khususnya dari pihak sekolah. Agar solusi tepat untuk mencegah anak dibawah umur bebas berkendara dapat diputuskan. Tak hanya itu, penerapan jam malam juga akan kembali dibahas, untuk menertibkan pelajar-pelajar yang masih berkeliaran hingga larut malam.

“Segera akan kita tindaklanjuti dengan lintas sektor terkait. Jadi tidak hanya mencari solusi terkait pengendara dibawah umur, tetapi kembali membudayakan tertib lalulintas, seperti memakai helm, dan santun dalam berkendara,” tandasnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia