Berkat Teknologi Pertanian, Kemarau Malah Panen Raya

TABALAR – Ancaman kekeringan dan gagal panen akibat kemarau dapat diatasi petani padi sawah di Kampung Buyung-Buyung Kecamatan Tabalar. Bahkan, disaat daerah lain banyak gagal panen, kampung tersebut justru berhasil panen raya di  tahun 2015 lalu.

“Kita sangat bersyukur sekali, ditengah krisis air beberapa tahun terakhir bisa kami atasi dan tidak sampai gagal panen. Bahkan tahun kemarin kita panen raya dan didatangi Menteri Pertanian,” ungkap Kapala Kampung Buyung-Buyung, Mustafa Firdaus kepada beraunews.com, Jum’at (24/6/2016).

Menurutnya, hasil panen yang didapatkan bisa mencapai hasil yang cukup memuaskan. Sedikitnya 5,5 ton gabah kering didapat per hektar. Hasil tersebut menurutnya sudah sangat baik sekali, mengingat ancaman kemarau yang bahkan di luar Berau banyak yang gagal panen.

Keberhasilan yang didapat ini, diakuinya tidak terlepas dari peran serta Dinas Pertanian Berau, yang terus mendorong kemajuan petani Buyung-Buyung untuk mampu berproduksi. Dorongan ini dirasakan sebagai pemacu semangat kelompok tani yang ada.

“Kita diberikan keahlian bagaimana bertani padi yang benar, teknologi pertanian masa kini yang lebih memudahkan kita baik dalam menanam, merawat, menyuburkan hingga panen,” jelas Mustafa lagi.

Apalagi perhatian pemerintah mulai kabupaten, provinsi hingga pusat terus dirasakan kampungnya. Melalui bantuan-bantuan peralatan pertanian, pupuk dan alat pertanian lainnya dirasakan memberikan dampak luar biasa terhadap jumlah produksi gabah disana. Sebelumnya, masyarakat setempat hanya mengandalkan pola tanam tradisional yang lebih lambat. Serta pengetahuan terbatas terkait teknologi pertanian. Hal ini yang dinilai ketinggalan zaman. Oleh pemerintah diberikan berbagai kemudahan, bantuan langsung, pelatihan hingga dampingan agar hasil gabah yang diperoleh bisa lebih maksimal.

“Kami berharap ada penambahan persiapan cadangan air lebih banyak seiring dengan upaya perluasan tanaman padi sawah, karena jika terus bertambah dan fasilitas penyediaan airnya tidak bertambah khawatir akan kekeringan bila musim kemarau,” tandasnya.(hir)