Pasar Tradisional Bumi Jaya Belum Difungsikan, Ini Penyebabnya

 

TALISAYAN – Keberadaan bangunan pasar tradisional yang dibangun oleh Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), yang berada di Kampung Bumi Jaya, Kecamatan Talisayan, hingga kini belum digunakan oleh masyarakat. Padahal, dengan keberadaan bangunan pasar tradisional tersebut, setidaknya memudahkan petani di sana untuk memasarkan hasil panen mereka.

Hal itu juga dibenarkan Kepala Kampung Bumi Jaya, Simprinas Erwan. Dijelaskannya, bangunan pasar yang dibangun tahun 2016 itu, memang belum bisa dimanfaatkan, dikarenakan beberapa alasan. Lebih lanjut disampaikannya, meskipun pembangunan pasar telah selesai, namun ada beberapa bagian yang belum sempurna.

“Misalnya saja, kunci-kunci rolling door belum selesai dikerjakan, apalagi belum ada serah terima dari Disperindagkop ke pemerintah Kampung Bumi Jaya,” ungkapnya kepada beraunews.com, Jumat (21/04/2017).

Dikatakannya, jika bangunan tersebut telah dibangun secara sempurna dan sudah dilakukan serah terima kepada pemerintah kampung, pihaknya siap memanfaatkan bangunan tersebut sebagaimana fungsinya.
 
Menurutnya, dari Disperindagkop menganjurkan, agar pemerintah kampung mengajukan permohonan untuk pemanfaatan bangunan pasar tersebut. Namun kata dia, sebelum dimanfaatkan, pihaknya ingin bangunan tersebut disempurnakan lebih dulu. Agar kegiatan yang dilaksanakan di pasar tersebut tidak mengalami kendala.

“Kita menunggu saja penyempurnaannya, dan proses serah terima bangunannya seperti apa,” bebernya.

Berdasarkan pantauan beraunews.com, keberadaan pasar tradisional memang belum dimanfaatkan. Bahkan, halaman yang ada di depan bangunan tersebut, juga sudah mulai “dihijaukan” dengan tumbuhan liar. Kendati demikian, pihaknya akan kembali melakukan komunikasi dengan instansi terkait, agar bangunan tersebut dapat segera difungsikan. Sebab, jika terlalu lama dibiarkan tanpa perawatan, dikhawatirkan akan merusak cat, atau bagian-bagian lain yang ada pada bangunan itu.

“Nanti kami koordinasikan dengan Disperindagkop lagi, bagaimana caranya bangunan itu dapat segera dimanfaatkan. Sayang juga kalau sudah lama dibangun tapi dianggurin,” tandasnya.(bnc)

Wartawan: Rama Sihotang/Editor: R. Amelia