Camat Minta Kewajiban CSR Dapat Lebih Maksimal

 

TALISAYAN – Terkait banyaknya kerusakan jalan yang diduga diakibatkan oleh kendaraan-kendaraan dengan bobot over kapasitas, seperti aktivitas kendaraan TBS dan CPO dari sejumlah perusahaan sawit yang ada di wilayah pesisir selatan Berau, khususnya di wilayah Talisayan, hingga saat ini masih menjadi dilema.

Dengan banyaknya kerusakan jalan yang terjadi, ditambah penanganan dari pemerintah berwenang yang dinilai lamban, membuat kondisi jalanan saat ini semakin memprihatinkan. Di sisi lain, keberadaan CSR dari perusahaan sawit yang bermukim di wilayah tersebut, juga dinilai masih belum begitu dirasakan masyarakat.

Hal itu juga ditanggapi oleh Camat Talisayan, David Pamudji. Ia mengatakan, seharusnya perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berada di wilayah Talisayan dan sekitarnya, yang kegiatannya menggunakan fasilitas umum untuk tidak mengesampingkan kewajiban CSRnya. Ia menilai, sejauh ini pihak perusahaan belum maksimal dalam menjalankan komitmennya dalam menjalankan CSR.

Apalagi kata dia, dengan keberadaan perusahaan tersebut seharusnya memberikan dampak positif dalam hal meningkatkan pembangunan di wilayah Talisayan, dan sekitarnya. Misalnya saja seperti kondisi jalanan yang saat ini banyak mengalami kerusakan, seharusnya pihak perusahaan terkait lebih memiliki inisiatif untuk melakukan perbaikan sementara.

"Itu kan sudah jadi komitmen pihak perusahaan, jadi tidak hanya melakukan eksploitasi SDA nya saja. Tapi demi berpartisipasi membangun wilayah tempatnya beroperasi, perusahaan wajib menjalankannya," jelasnya.

Meski diakuinya, kerusakan jalan tersebut selain diakibatkan bobot kendaraan yang tidak sesuai. Di sisi lain, juga disebabkan oleh kondisi geografis jalan dan cuaca buruk.

"Rata-rata memang disebabkan oleh kendaraan yang over kapasitas. Sehingga perlu ada penyesuaian muatan kendaraan, agar jalan yang sudah rusak ini, tidak semakin parah kondisinya," bebernya.

Bahkan, terkait persoalan CSR tersebut juga sudah sampai ke Bupati, Wakil Bupati dan wakil Berau, agar sewaktu ada kerusakan jalan, pihak perusahaan dapat langsung tanggap untuk melakukan perbaikan jalan tersebut.

"Harapannya, pihak perusahaan dapat menjalankan program CSR. Agar keberadaan perusahaan yang beraktivitas di sini dapat lebih terasa manfaatnya," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia