Sudah 2 Korban Meninggal, Pengadaan Damkar Jadi Prioritas

 

TALISAYAN – Hingga saat ini, belum ada kejelasan terkait kapan realisasi armada pemadam kebakaran (Damkar) untuk Kecamatan Talisayan. Padahal, usulan armada kebakaran tersebut sudah beberapa kali diusulkan baik dari pemerintah kampung, maupun pemerintah kecamatan.

Sperti diketahui, usulan pengadaan damkar untuk Kecamatan Talisayan cukup mendesak. Sebab, dengan meningkatnya polulasi penduduk, dan semakin padatnya pemukiman di wilayah Kecamatan Talisayan, jelas berpotensi besar terjadinya peristiwa kebakaran.

Di Kampung Talisayan khususnya, sudah terjadi beberapa kali kebakaran yang selalu meratakan bangunan rumah penduduk. Bahkan, di salah satu kasus juga sempat memakan dua korban jiwa.

Hal itu juga diakui Camat Talisayan, David Pamudji. Disampaikannya, saat ini pihaknya belum mengetahui kapan Talisayan mendapatkan armada damkar itu. Padahal menurutnya, dalam langkah melakukan antisipasi terjadinya peristiwa kebakaran, memang sangat diperlukan armada kebakaran.

Pasalnya, sejauh ini setiap terjadi peristiwa kebakaran, sangat sedikit harta benda yang dapat diselamatkan. Hal itu disebabkan, selain upaya pemadaman yang terlambat, pemadamannya juga dilakukan dengan alat seadanya.

"Belum ada informasi saat Musrenbang Kabupaten kemarin. Pemenuhan damkar sangat penting mengingat prinsip penanggulangan bencana adalah siap siaga dan antisipasi," ungkapnya pada beraunews.com, Selasa (04/04/2017).

Disamping itu, dengan adanya damkar tersebut tidak hanya akan beroperasi pada wilayah Talisayan saja, melainkan juga akan melayani kecamatan sekitarnya. Terlebih, setiap tahun pemukiman masyarakat baik itu di wilayah Talisayan dan sekitarnya semakin padat.

"Dengan kondisi geografis dan kepadatan penduduk, perlu sekali damkar. Bukan hanya melayani Talisayan, tetapi juga wilayahnya sampai di Kecamatan Batu Putih," bebernya.

Tidak hanya damkar saja, pihaknya juga mengusulkan pengadaan damkar lengkap dengan pelatihan personel untuk pengoperasiannya, serta garasinya. Sebab, ketika unitnya sudah tersedia, dikhawatirkan akan sulit mencari lahan untuk lokasi parkir serta melakukan perawatan unit damkar tersebut.

"Serta anggaran tambahan BBM dan pemeliharaan untuk kecamatan, guna mendukung operasionalnya. Semua sudah lengkap dalam usulan ke kabupaten," jelasnya.

Dirinya berharap, usulan tersebut dapat terealisasi sehingga penanganan bencana kebakaran dapat dicegah, serta meminimalisir kerugian materil dan terjadinya korban jiwa.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia