Waspada!! DBD Mulai Marak di Batu Putih

 

BATU PUTIH – Penyakit Demam Berdarah (DBD) kini mulai menyerang warga di wilayah Kecamatan Batu Putih. Sejauh ini, sudah cukup banyak penderita DBD yang dirawat di Puskesmas Kecamatan Batu Putih.

Hal itu juga dibenarkan oleh Kepala Puskesmas Batu Putih, Wiwik Muninggar. Ia mengatakan, penderita DBD saat ini dinilainya cukup banyak dibanding dengan tahun lalu. Bahkan, disampaikannya juga saat ini sudah banyak penderita DBD dari sejumlah kampung di wilayah Kecamatan Batu Putih yang dibawa ke Puskesmas.

"Sepertinya memang lebih banyak tahun ini. Di awal tahun ini saja sudah ada enam pasien yang telah dirawat," ungkapnya kepada beraunews.com, Rabu (29/03/2017) di tengah kesibukannya.

Meningkatnya jumlah pasien penyakit DBD tersebut, dinilainya dikarenakan cuaca yang tidak menentu. Sebab kata dia, awal tahun ini intensitas hujan di wilayah Batu Putih cukup tinggi, sehingga memicu penyebaran virus DBD. Disamping itu, salah satu faktor lain adalah penularan melalui gigitan nyamuk.

"Itu bisa saja terjadi. Karena DBD ini juga merupakan penyakit yang dapat ditularkan kepada orang di sekitar atau tetangga penderita DBD melalui gigitan nyamuk," bebernya.

Ketika ditanya apakah ada pasien yang telah dirujuk ke RSUD, atau sampai meninggal dunia akibat DBD? Wiwik mengatakan, untuk kasus terparah atau sampai meninggal sejauh ini belum ada.

"Belum ada. Semua pasien masih bisa kita tangani, insya Allah sembuh," bebernya.

Guna mengantisipasi penyebaran penyakit DBD semakin meluas, dirinya mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Batu Putih dan sekitarnya, agar selalu menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Apalagi di kondisi sekarang, saat cuaca tidak menentu.

Dengan kondisi cuaca tersebut, penyebaran virus DBD sangat mudah menyebar, jika tidak ada kesadaran sejak dini dari masyarakat. Disamping itu, dirinya juga meminta kepada masyarakat untuk kembali menggiatkan 3M (Menguras, Membakar, dan Mengubur) dalam memberantas jentik-jentik nyamuk.

"Kita tekankan pencegahannya, yakni memberantas jentik-jentik nyamuk, karena fogging (pengasapan) saja tidak cukup. Itu juga selalu disampaikan dalam setiap penyuluhan yang kita lakukan, dan saya kira pemerintah di kampung masing-masing juga perlu kembali menggiatkan Jumat bersih," tandasnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia