Peningkatan Fasilitas Publik, Bisa dari Dana Cadangan ADK

 

TALISAYAN – Saat menggelar Musrenbang di Kecamatan Talisayan dan Kecamatan Biatan, Bupati Berau Muharram  berpesan kepada setiap kepala kampung agar dalam menganggarkan alokasi ADK, agar dapat menyisihkan atau membuat dana cadangan, sekitar 100 hingga 200 juta rupiah. Hal itu dikatakannya untuk kepentingan bahan bakar saat meminjam alat berat yang ada di UPTD PU pesisir selatan Berau. Sebab kata dia, Pemkab Berau sengaja menempatkan UPTD PU tersebut di wilayah pesisir selatan Berau untuk mempermudah masyarakat, khususnya pemerintah kampung dalam membangun, atau melakukan peningkatan fasilitas publik, seperti pembangunan jalan usaha tani, dan pemeliharaan jalan kampung.

Lebih kanjut dikatakannya, dalam melakukan pembangunan jalan usaha tani dapat dilakukan dengan swakelola, dengan memanfaatkan alat berat dari UPTD PU pesisir selatan Berau. Program tersebut dilakukan untuk meminimalkan dana yang dikeluarkan saat melakukan kegiatan proyek.

“Perlu ada dana cadangan, karena saya punya program, saat membangun jalan usaha tani atau jalan kampung dapat dilakukan dengan swakelola khusus untuk skala kecil, tidak perlu kontraktor. Alatnya sudah kita siapkan satu set di UPTD PU. Jadi, kepala kampung hanya tinggal menyiapkan bahan bakarnya saja, kalau operator juga sudah disiapkan di sana,” bebernya.

Ia menilai, selama ini proyek pembangunan jalan usaha tani atau jalan desa yang dilakukan oleh pihak kontraktor selalu menggunakan dana yang cukup besar. Dengan adanya  UPTD PU itu lanjut Muharram, setidaknya dapat membantu pembangunan peningkatan akses jalan tanpa perlu mengeluarkan biaya cukup besar. UPTD PU memfasilitasi 5 kecamatan yang berada di wilayah pesisir selatan Berau, seperti Kecamatan Tabalar, Biatan, Talisayan, Batu Putih, dan Kecamatan Biduk-Biduk.

Disamping itu, dirinya juga meminta kepala kampung untuk menganggarkan peralatan kebersihan, seperti mesin rumput, serta mengangkat seorang warganya yang mampu bekerja dalam membersihkan lingkungan kampung, dan dapat menata kampung menjadi lebih rapi dan indah. Dirinya juga menginstruksikan kepada kepala kampung untuk memperkirakan biaya perbaikan, dan bahan bakar peralatan kebersihan tersebut, agar selalu dapat digunakan sewaktu-waktu.

“Ini perlu dianggarkan. Jadi warga ini diangkat atau dipekerjakan untuk membersihkan tepi jalan poros kampung, dan menata kampung agar lebih rapi. Kalau perlu juga menanam bunga atau pepohonan untuk menambah keindahan kampung. Kepala kampung kita beri kewenangan untuk itu,” ujarnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia