Pemerintah Kampung Eka Sapta Komitmen Kembangkan Pertanian Jagung

TALISAYAN – Guna memaksimalkan potensi alam yang ada di Kampung Eka Sapta Kecamatan Talisayan, Pemerintah Kampung Eka Sapta akan terus mengembangkan dan meningtkatkan potensi pertanian yang ada di wilayah itu.

Seperti diketahui, Kampung Eka Sapta memiliki potensi pertanian di sektor jagung. Bahkan dengan potensi tersebut, kampung tersebut beberapa kali menggelar tanam perdana, dan panen raya yang dihadiri oleh Bupati Berau dan Gubernur Kaltim pada tahun 2011 dan tahun 2012 lalu.

Kepala Kampung Eka Sapta Imam Supriadi menyampaikan, hingga kini pertanian masih menjadi salah satu prioritas untuk terus dikembangkan, khususnya tanaman jagung. Dengan masyarakat yang mayoritas petani, diakuinya sektor pertanian sangat dapat diandalkan jika pengelolaannya dilakukan dengan serius.

Apalagi juga diakuinya, peran dari pemerintah baik Pemprov Kaltim maupun Pemkab Berau juga cukup peduli terhadap petani yang ada di kampungnya. Tak hanya itu, melalui alokasi dana kampung (ADK) pihaknya juga memfasilitasi petani dengan peningkatan dan pembangunan jalan usaha tani untuk meningkatkan hasil produksi pertanian, baik itu padi, kedelai, maupun jagung.

“Kalau jagung masih merupalan tanaman prioritas di Eka Sapta. Apalagi, tanahnya juga cocok untuk pengembangan jagung,” ungkapnya pada beraunews.com, Sabtu (04/03/2017).

Dirinya juga berencana ingin kembali menggelar panen raya jagung sebagaimana yang telah dilakukannya beberapa tahun lalu. Apalagi dengan luasan lahan pertanian jagung yang mencapai ratusan hektar, tentu saja memiliki potensi besar untuk menggelar kegiatan itu.

“Kalau rencana itu ada, dan kegiatan itu akan terus kita upayakan agar kembali terwujud. Salah satu impian saya, ingin kembali menggelar panen raya yang dihadiri menteri pertanian, karena potensi pertanian di sini juga cukup mendukung,” bebernya.

Dalam upayanya meningkatkan pertanian di kampungnya, pihaknya bahkan tidak merekomendasikan perusahaan sawit masuk ke wilayahnya. Pasalnya, dengan banyaknya perkebunan sawit dikhawatirkan akan berdampak pada sektor pertanian yang ada.

“Selain memiliki dampak pada pertanian, jika terlalu banyak perkebunan sawit kita juga khawatir akan berdampak pada air tanah, apalagi mayoritas warga Eka Sapta menggunakan sumur bor. Ini yang selalu kita sampaikan pada masyarakat, jika ingin menanam sawit hendaknya jangan ditanam di sekitar rumah atau pemukiman,” ujarnya.

Dirinya yakin dengan pertanian, masyarakat dapat meningkatkan perekonomian apabila dilakukan dengan serius dan konsisten. Disamping itu, dengan peningkatan di sektor pertanian khususnya jagung, juga sejalan dengan program pemerintah kabupaten yang ingin menjadikan Kabupaten Berau sebagai lumbung jagung di Kalimantan Timur.

“Ini juga salah satu wujud kami untuk ikut mendukung program Pemkab. Kita juga berharap dalam pengembangannya juga selalu didukung pemerintah, agar pengembangan sektor pertanian menjadi lebih maksimal,” tandasnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia