Ingin Ubah Status Hutan, Dumaring Canangkan Eko Wisata dan Hutan Penelitian

 

TALISAYAN – Tidak hanya Kampung Biatan Ilir saja yang ingin mengubah status hutan lindung menjadi hutan desa. Pemerintah Kampung Dumaring Kecamatan Talisayan juga memiliki rencana yang sama. Hal itu dilakukan guna memanfaatkan hasil alam secara maksimal yang ada di hutan tersebut.

Disampaikan Kepala Kampung Dumaring, Muhammad Salehuddin, dalam pengalihan status hutan lindung tersebut dipastikannya tidak akan merubah fungsi utama, sebagai hutan penyangga. Dalam pengelolaannya, pihaknya akan memaksimalkan hasil hutan bukan kayu. Rencana perubahan status hutan tersebut diakuinya sudah masuk dalam program jangka panjang Kampung Dumaring.

“Kita juga telah menyusun pembentukan lembaga pengelolaan hutan desa,” ungkapnya kepada beraunews.com saat ditemui di kantornya, Rabu (01/03/2017).

Ia mengatakan, salah satu tujuan utamanya untuk merubah status hutan tersebut selain ingin melakukan konservasi atau perlindungan terhadap sumber air, juga sekaligus memudahkan pihaknya dalam melakukan pengawasan dari perambah hutan. Sebab, di wilayah pesisir selatan Berau masih banyak perambah hutan illegal yang ingin memanfaatkan pohon tertentu untuk dijual.

“Saat melakukan survei, hutannya masih sangat alami, dan perlu pengawasan dari oknum perambah hutan. Kita khawatir, karena hutan ini masih sangat alami,” ujarnya.

Disamping memanfaatkan SDA, pihaknya juga berencana ingin membuat ekowisata dan hutan penelitian yang nantinya akan dikelola oleh BUMK Dumaring. Dijelaskannya, hutan tersebut memiliki flora dan fauna yang beraneka ragam dan memiliki potensi untuk dikembangkan. Misalnya saja, seperti orang utan, harimau, owa-owa, payau, dan kijang masih kerap ditemukan warga di hutan itu.

Bahkan, pihaknya kini telah menyusun program guna memaksimalkan potensi tersebut, jika nantinya rencana pengalihan status itu direstui oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Lebih lanjut dikatakannya, hutan lindung yang akan dialihkan statusnya menjadi hutan desa tersebut seluas sekitar 5000 hektar, dan juga berbatasan dengan Kampung Biatan Ilir di Kecamatan Biatan yang juga memiliki rencana yang sama. Tak hanya itu, dirinya mengatakan, tim dari kementrian akan melakukan verifikasi ke lokasi hutan yang akan diubah statusnya tersebut.

“Informasinya itu, hari ini akan dibagi dua tim. Satu tim melalui Kampung Biatan Ilir, satu tim lainnya dari Dumaring. Nah, kegiatan ini merupakan keputusan terakhir dari rangkaian proses yang kita lakukan kemarin. Jika ini disetujui, maka status hutan lindung ini akan berubah menjadi hutan desa,” tandasnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia