Biatan Ilir Ingin Ubah Status Hutan Lindung Menjadi Hutan Desa

 

BIATAN – Guna memaksimalkan SDA, pemerintah Kampung Biatan Ilir Kecamatan Biatan berencana ingin mengubah status hutan lindung menjadi hutan desa. Bahkan guna merealisasikan rencana tersebut, pihak Biatan Ilir kini tengah berupaya melakukan proses perizinan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan membentuk lembaga pengelolaan hutan desa.

Kepala Kampung Biatan Ilir Abdul Hafid, saat dihubungi beraunews.com, Sabtu (25/02/2017) mengatakan, alasan pihaknya ingin mengubah hutan lindung menjadi hutan desa tersebut untuk kesejahteraan masyarakat, serta meningkatkan nilai perekonomian warga di kampungnya.

Ia juga mengatakan, salah satu tujuan utama pengalihan status hutan lindung menjadi hutan desa tersebut, untuk menjaga sumber mata air yang selama ini mengaliri sungai di Kecamatan Biatan dan Talisayan untuk keperluan MCK, serta Irigasi pertanian.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, pihaknya juga bekerja sama dengan LSM lingkungan yang juga menjadi pendamping di kampungnya dalam membantu proses perizinan pengalihan status hutan lindung tersebut.

"Rencana ini sebagai upaya memaksimalkan potensi yang ada di Kampung Biatan Ilir. Salah satunya, dengan mengelola hutan desa yang kami anggap mampu menggerakkan perekonomian masyarakat," bebernya.

Jika nantinya rencana alih fungsi tersebut dapat diwujudkan, ia mengakui dalam pengelolaannya, tidak akan sampai merusak fungsi aslinya. Melainkan lanjut dia, pengelolaannya hanya akan memanfaatkan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). Seperti rotan, madu, damar, pala, karet, dan hasil hutan lainnya. Namun pengelolaannya tetap mengacu kepada Peraturan Kementerian (Permen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 83/2016 tentang Perhutanan Sosial, yang menurut permen tersebut, pengelolaan tanpa merubah atau mengalihkanfungsi hutan diperbolehkan.

Terkait rencana tersebut, juga masuk sudah ke dalam RPJMK yang telah disusun. Hal itu juga sudah melalui musyawarah dengan masyarakat di kampungnya.

"Kalau masyarakat sudah setuju, karena tidak mungkin rencana pengalihan hutan lindung menjadi hutan desa ini kita lakukan tanpa ada persetujuan dari masyarakat Biatan Ilir," ujarnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia