Buyung-Buyung Sudah Cukup Siswa untuk SMA Sendiri di Kampung

 

TABALAR – Keberadaan SMA sederajat di Kampung Buyung-Buyung, Kecamatan Tabalar, tampaknya mulai dibutuhkan oleh masyarakat setempat. Pasalnya, saat ini untuk meneruskan pendidikan di bangku SMA sederajat, anak-anak lulusan SMP di Kampung tersebut harus keluar dari kampung.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Kampung Buyung-Buyung, Mustafa, saat ditemui beraunews.com, Rabu (22/02/2017). Dikatakannya, saat ini memang kampung tersebut tidak memiliki fasilitas SMA sederajat, yang ada saat ini hanya SMP Negeri 40 Berau.

Sementara jumlah usia anak sekolah yang harus melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA sederajat, dikatakannya cukup banyak dan sudah mumpuni untuk mendirikan SMA sendiri di kampung.

“Untuk anak-anak SMP-nya saja ada sekitar ratusan. Kalau mereka lulus dan akan melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi, maka harus keluar dari kampung, misalnya ke Tanjung Redeb. Jadi, memang tidak bisa dipungkiri, kita di sini juga sangat membutuhkan keberadaan SMA sederajat, seperti kampung-kampung lain yang sudah cukup berkembang,” ujarnya.

Kebutuhan atas fasilitas SMA tersebut, dijelaskannya bukan hanya sekadar untuk memberikan kesempatan kepada para lulusan SMP di Kampung tersebut agar dapat meneruskan sekolahnya, namun juga sebagai bentuk memudahkan para orang tua dalam mengawasi dan mengontrol anaknya yang bersekolah. Sebab, selama ini dituturkannya, tak jarang anak usia sekolah yang lepas kontrol dari orang tua karena jauh dari orang tuanya.

“Anak-anak usia lulusan SMP ini masih sangat rentan dan labil sekali. Jadi terkadang mereka kalau disekolahkan jauh dari orang tua bisa berbuat yang tidak-tidak. Atas dasar itu pula, sebenarnya kita mendorong keberadaan SMA di kampung ini. Kalau ada SMA di sini, orang tua bisa menyekolahkan anaknya sekaligus mengontrol dan mengawasi langsung apa yang dilakukan anak-anak mereka,” jelasnya.

Ia berharap keinginan masyarakat kampung tersebut dapat diperhatikan dan didukung oleh Pemkab Berau, dengan wujud memprogramkan pembangunan fasilitas SMA di kampung mereka.

“Semoga Pemkab juga mendengar dan memperhatikan hal ini. Ke depan kami berharap di kampung ini bisa berdiri SMA yang dapat menampung anak-anak kami menimba ilmu dijenjang yang lebih tinggi,” tandasnya.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia