Lagi, Kepala Kampung Keluhkan Kontribusi Perusahaan yang Minim

 

BATU PUTIH – Pemerintah Kampung Ampen Medang di Kecamatan Batu Putih soroti partisipasi salah satu perusahaan yang beroperasi di sekitar kampungnya. Sebab, meski perusahaan tersebut sudah bertahun-tahun beraktivitas di kampung itu, namun kontribusinya dalam memajukan Kampung dinilai sangat minim.

Hal itu disampaikan Kepala Kampung Ampen Medang Kadriansyah saat ditemui beraunews.com, Minggu (19/02/2017). Ia mengatakan, selama keberadaan perusahaan di kampungnya, belum ada partisipasi yang maksimal dirasakan. Bahkan diakuinya, setiap kali pihaknya mengajukan proposal kegiatan, pihak perusahaan selalu tidak maksimal dalam memberikan bantuan.

“Misalnya saja kita mengajukan proposal pengajuan dana senilai dua juta, yang direalisasikan selalu 500 ribu. Jadi, jika ditanya bagaimana kontribusi perusahaan untuk kampung, pasti mengecewakan. Sementara ribuan hektar kebun sawit milik perusahaan tersebut berada di kampung kami,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, pada tahun 2013 lalu, pihaknya pernah diberi harapan oleh pihak perusahaan. Yakni, pemerintah kampung disuruh mengisi usulan yang akan disampaikan kepada pihak perusahaan dalam sebuah format. Total usulan yang dimasukkan dalam sebuah daftar tersebut senilai Rp1,1 miliar.

“Namanya kita disuruh mengisi format usulan, ya kita isi sesuai dengan kebutuhan kampung. Tapi semenjak pengisian itu, tidak ada satupun dari usulan yang kami tulis terealisasi. Jika pihak perusahaan merasa berat merealisasikan semuanya, paling tidak, salah satu usulan yang kita masukkan itu direspon. Tapi ini tidak sama sekali,” bebernya.

BACA JUGA : Masyarakat Campur Sari Merasa Diberi Harapan Palsu, PT TBP : Kami Bantu Sesuai Kemampuan

Menurutnya, seharusnya perusahaan yang beroperasi di sekitar kampung, program CSR-nya harus lebih diprioritaskan. Hal itu demi ikut berkontribusi dalam memberdayakan masyarakat kampung, dan pembangunan kampung.

“Kita tidak tahu apakah CSR-nya jalan atau tidak, tapi kami merasa kontribusinya untuk kampung kami sangat minim,” bebernya.

Tidak itu saja, terkait plasma juga disampaikannya, pihak perusahaan juga sempat menjanjikan bahwa saat perusahaan sudah bisa berkembang, masyarakat Ampen Medang akan dibuatkan plasma. Namun nyatanya, semenjak tahun 2009 perusahaan tersebut panen kelapa sawit, hingga tahun 2017, plasma yang dijanjikan tak kunjung terlihat.

”Saat perusahaan panen sawit inti pada tahun 2009, hingga tahun 2017, masyarakat yang mendapatkan plasma masih sedikit. Sementara terakhir saya hubungi Kanwilnya, plasma yang dijanjikan tersebut masih digodok. Sudah berapa tahun itu, plasma yang dijanjikan tidak kunjung terealisasi,” bebernya.

Pihaknya berharap, dengan keberadaan perusahaan tersebut setidaknya selain dapat menyerap tenaga kerja untuk masyarakat lokal, setidaknya program CSR-nya juga dapat dijalankan dengan baik.

Sementara itu, saat media ini mencoba untuk menghubungi pihak manajemen perusahaan melalui sambungan seluler, tidak dapat dihubungi. Pernyataan dari manajemen perusahaan akan dimuat dalam pemberitaan selanjutnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia