Petani Padi di Kampung Tasuk Mulai Panen

 

GUNUNG TABUR – Para petani di Kampung Tasuk, Kecamatan Gunung Tabur, saat ini sudah mulai melakukan panen padi periode pertama pada tahun 2017.

Seperti diketahui, jika keberadaan Kampung Tasuk memang telah menjadi salah satu daerah pertanian dengan penghasil beras yang cukup luas. Bahkan hampir seluruh warga di kampung ini lebih memilih mengkonsumsi beras hasil pertanian mereka sendiri daripada beras di pasaran.

Seperti yang disampaikan salah seorang petani, Hasman, ia mengatakan jika ini adalah panen pertama di tahun 2017. Ia menilai jika pertumbuhan padi miliknya di periode awal ini cukup bagus meskipun beberapa waktu belakangan ini cuaca sering tidak menentu.

"Padi yang dipanen belum merata karena sebagian masih muda dan baru berbuah, jadi kita belum bisa pastikan berapa hasilnya nanti, karena belum juga melalui proses penjemuran," ungkapnya kepada beraunews.com, Rabu (15/02/2017).

Ia juga menambahkan, jika sebagian gabah hasil panen bakal dijual untuk modal menggarap sawah, sedangkan sebagian lagi akan disimpan untuk kebutuhan rumah tangga sendiri.

"Gabah yang kami hasilkan tidak kalah dengan gabah yang lain, hasilnya bagus," ujarnya.

Apalagi Ketua DPRD Berau, Syarifatul Sya'diah telah meminta kepada masyarakat untuk menggalakan budaya konsumsi beras lokal, dan kalau bisa nantinya beras lokal itu bisa dijual ke luar Tasuk. Namun untuk itu, para petani harus banyak belajar dari luar daerah agar beras yang dihasilkan menjadi lebih tahan lama dan kualitasnya bagus.

Untuk saat ini Hasman berharap pemerintah dapat terus membantu para kelompok tani yang ada dengan memberikan pupuk misalnya, dengan begitu hasil beras yang dihasilkan juga akan lebih bagus.

"Selain pupuk, pengadaan bibit seperti tahun-tahun sebelumnya juga sangat penting. Saat ini kami memanen padi tak perlu susah lagi sebab kami juga telah menerima mesin pemanen padi dari Dinas Pertanian. Mengenai irigasi dan peningkatan jalan Kampung Tasuk juga penting, guna memudahkan pemasaran ke luar Tasuk," tandasnya.(bnc)

Wartawan: M.S. Zuhrie/Editor: R. Amelia