Jalan dan Air Bersih Masih Jadi Prioritas Pembangunan Gurimbang

 

SAMBALIUNG – Tak puas dengan keberhasilan menjadi kampung terbaik tingkat nasional, kini Kampung Gurimbang tengah gencar mempersiapkan diri ikuti lomba membangun Indonesia dari pinggiran.

Kepala Urusan Pembangunan Kampung Gurimbang, Arsyaniansyah mengatakan keikutsertaan Kampung Gurimbang mewakili Provinsi Kalimantan Timur dilomba itu, merupakan penunjukan langsung dari Kementerian Dalam Negeri.

“Dalam rangak lomba itu, ada beberapa usulan yang belum terealisasi diantaranya  pengaspalan jalan transmigrasi sepanjang 3 km dan peningkatan jalan usaha tani,” jelasnya saat ditemui beraunews.com diruang kerjanya.

Dikatakannya, pihaknya telah mengusulkan rencana pengaspalan jalan transmigrasi ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan peningkatan jalan usaha tani ke Pemerintah Kabupaten Berau.

“Peningkatan jalan usaha tani telah disetujui Dinas Pekerjaan Umum Berau, melalui  usulan di APBD tahun 2016. Sementara, pengaspalan jalan transmigrasi kami juga sudah menghadap Gubernur Kalimantan Timur, Awang Farouk Ishak secara langsung bahkan Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo juga menyampaikan hal yang serupa. Kabarnya juga disetujui,” bebernya.  

Dijelaskannya, dengan dibangunnya pengaspalan jalan transmigrasi dan peningkatan jalan usaha tani itu, maka bukan hanya masyarakat Kampung Gurimbang yang akan menikmatinya, melainkan dapat dinikmati oleh masyarakat di 4 kampung sekitarnya, yakni Sukan, Tanjung Perangat, Sungai Bebanir Bangun dan Pilanjau. Selain itu, tak kalah pentingnya, dengan pembangunan itu, akan terjadi interaksi langsung antara petani dan calon pembeli, yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan petani.

“Jika jalan itu sudah selesai, maka masyarakat disekitar Kampung Gurimbang tak lagi melintas di jalan permukiman, melainkan melalui jalan baru tersebut. Meskipun jalan permukiman kapasitasnya 5 ton, tapi posisinya berada di bibir sungai, kita khawatir nanti bisa longsor,” tambahnya.

Bukan hanya insfrastruktur jalan, melalui alokasi dana kampung, Kampung Gurimbang juga tengah mengupayakan membangunan saluran drainase di sejumlah titik rawan banjir. Pembangunan tersebut menyusul masih banyaknya rumah warga yang tergenang air yang dapat memicu berbagai macam penyakit.

“Sekarang lagi di bangun saluran dranase di beberapa RT yang rawan genangan saat hujan, khawatir jadi tempat nyamuk bersarang. Nanti kalau sudah selesai, saya yakin sudah tidak ada lagi genangan air di rumah warga,” ujarnya.

Terlepas dari kebutuhan infrastruktur jalan, Arsyaniansyah juga mengakui jika Kampung Gurimbang sangat membutuhkan air bersih. Pasalnya, hingga saat ini kebutuhan air bersih memang belum terpenuhi dengan baik, sehingga masyarakat masih menggunkan air sungai dan air hujan untuk kebutuhan sehari hari.

“Gurimbang mendesak ketersediaan sarana dan prasarana air bersih, sehingganya kami tengah menguapayakan penyediaan air bersih bagi warga, dan  rencananya tahun 2016 penyediaan air bersih akan terealisasi dengan anggaran sekitar Rp3 miliar  ditambah lagi usulan dari Wakil Bupati, Agus Tantomo melalui APBN sebesar Rp50 miliar. Kalau hal ini terwujud, maka masyarakt Kampung Gurimbang dan kampung sekitarnya tak akan lagi menggunakan air sungai dan air hujan untuk kebutuhan sehari- hari,” tutupnya.(msz/adv)