Ilyas Natsir : Jangan Ada Masalah

 

TANJUNG REDEB – Terkait Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) dan Rencana Pengelolaan Lingkungan/Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL/RPL), pada rencana kegiatan pertambangan batubara dan fasilitas penunjang Site Gurimbang oleh perusahaan tambang batubara terbesar di Kabupaten Berau, menarik perhatian dari beberapa kalangan. Salah satunya Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Ilyas Natsir.

“Sebenarnya saya tidak mengerti terkait masalah Amdal ini, prosedurnya dan respon Masyarakat yang terlibat bagaimana. Tetapi, saya hanya ingin menyampaikan, ketika memang perencanaan kegiatan penambangan di kampung tersebut dilaksanakan, jangan sampai ada masalah. Semuanya harus dalam keadaan baik, dan terjaga” ungkapnya saat dihubungi beraunews.com, Sabtu (21/01/ 2017).

BACA JUGA3 Kampung Tolak Dokumen Amdal Site Gurimbang

Karena Kampung Gurimbang merupakan Kampung Berprestasi Nasional, tambahnya, maka dari itu pihak perusahaan yang ingin melakukan penambangan harus bermusyawarah dengan pihak kampung tersebut, untuk menghindari gejolak yang bisa merugikan daerah dan masyarakat di sana khususnya.

“Sebaiknya ada diskusi yang baik antar kedua belah pihak. Karena kita semua tidak menginginkan ketika kegiatan penambangan ini berjalan, ke depannya malah ada gejolak. Gejolak yang saya maksud di sini adalah, gejolak yang bisa merugikan masyarakat di Kampung Gurimbang dan pembangunan daerah tentunya,” ucapnya.

BACA JUGA : Madri Pani : Pernyataan Kepala DLHK Merupakan Pembohongan Publik

Ilyas berharap, jika kegiatan penambangan tersebut berjalan, semoga dapat merubah ke arah yang lebih baik, tanpa ada masalah yang bisa merugikan masyarakat dan pemerintah.

“Saya berharap, ke depannya jika memang akan direncanakan adanya penambangan di kampung ini, semoga masyarakatnya terbantu, pembangunan dan pendapatannya juga menjadi lebih baik,” tutupnya.(bnc)

Citizen Jurnalis: Catur Indra LP/Editor: R. Amelia