Pemerintah Kampung Kayu Indah Siap Lanjutkan Perkara

BATU PUTIH – Sengketa lahan bersertifikat di Kampung Kayu Indah Kecamatan Batu Putih, hingga kini masih terus bergulir. Seperti diketahui, setidaknya ada kurang lebih 50 sertifikat tanah milik warga yang masih bermasalah dengan tanah Ulayat, warga adat Kampung Dumaring Kecamatan Talisayan. Terlebih lahan-lahan bersertifikat tersebut telah dijual salah seorang warga adat Dumaring kepada seorang pengusaha untuk dijadikan lahan perkebunan kelapa sawit.

Kepala Kampung Kayu Indah Thamrin mengatakan, pihaknya akan terus melakukan perlawanan guna menuntut hak warganya. Selain itu, pihaknya juga siap melayangkan gugatan sampai ke pengadilan, terkait persoalan lahan tersebut.

"Jika tidak bisa diselesaikan secara mediasi, kita akan lanjutkan masalah ini. Sampai kemanapun akan tetap kita lanjut. Kita punya hak, kita punya dasar. Sertifikat yang kita pegang juga legal atas lahan itu," ungkapnya kepada beraunews.com, Senin (09/01/2017).

BACA JUGA : 50 Sertifikat Tanah Kampung Bermasalah

Ia mengatakan persoalan tersebut sebenarnya sudah beberapa kali disampaikan melalui pertemuan di kecamatan. Namun masih belum membuahkan hasil. Bahkan dirinya akan kembali mendatangi Camat Batu Putih, Mansyur, yang baru saja menjabat menggantikan Camat terdahulu, Saharuddin.

"Dalam waktu dekat ini akan kita konsultasikan lagi dengan pemerintah kecamatan terkait persoalan ini," ujarnya.

Ia menilai, pihak yang menjual maupun pembeli lahan bersertifikat milik warganya, merupakan suatu kecerobohan. Pasalnya, tanah yang bersertifikat sudah jelas diakui legalitasnya di mata hukum. Sebab, jika lahan tersebut bukan milik atau hak warga Kampung Kayu Indah, maka sertifikat tidak akan dikeluarkan pemerintah. Bahkan, sebelum lahan tersebut dibeli, pihaknya telah menyampaikan lebih dulu, bahwa lahan yang dibeli merupakan lahan bersertifikat, dan milik warga Kayu Indah.

"Kalau memang warga Kayu Indah tidak sah memiliki lahan itu, sertifikat tidak akan keluar. Sertifikat itu sah di mata hukum, jadi kemanapun akan tetap kita lanjutkan," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia