Jalin Kebersamaan dengan Syukuran Tahun Baru

 

SEGAH – Meski tahun baru 2017 telah memasuki hari ke tujuh, namun euforia dan semangat peringatan pergantian tahun hingga saat ini masih terus terasa di Kabupaten Berau, terkhusus bagi masyarakat yang berada di pedalaman. Seperti yang dilakukan masyarakat Kampung Tepian Buah Kecamatan Segah. Di kampung ini, ratusan warga berkumpul di gedung balai adat, mengikuti syukuran penyambutan tahun baru 2017.

Diawali dengan tari-tarian asli masyarakat setempat, ratusan warga dari berbagai suku dan budaya yang hadir menyatu, dan berbaur memeriahkan pesta syukuran yang dilaksanakan setiap awal tahun ini. Bahkan, bukan hanya dihadiri masyarakat Kampung Tepian Buah saja, tetapi juga mampu menarik perhatian masyarakat dari kampung lainnya, bahkan dari wilayah perkotaan.

"Saya sengaja hadir kesini cuma mau lebih dekat sama budaya lokal yang ada, dan memang saya senang dengan kebudayaan masyarakat Berau yang ada di wilayah pedalaman. Seperti halnya pesta syukuran penyambutan tahun baru, yang sepintas hanya biasa saja, tapi ternyata banyak pesan dan makna yang terkandung di dalam acaranya," ungkap Reky, salah seorang tamu yang datang dari Kecamatan Tanjung Redeb, Sabtu (07/01/2017).

Sementara itu, tokoh adat Kampung Tepian Buah Kilah Ncuk mengatakan, syukuran penyambutan tahun baru ini merupakan tradisi masyarakat kampung yang sudah turun temurun. Dalam pesta syukuran ini terkandung makna ungkapan kebahagiaan warga kampung atas rezeki dan umur panjang hingga masih dipertemukan dengan tahun baru.

"Dengan hadirnya tahun yang baru, kita juga berharap kesejahteraan masyarakat desa terus melimpah, baik itu segi pertanian, perkebunan dan bidang lainnya, demi menyongsong kehidupan lebih baik," ujarnya.

Tak cukup sampai disitu, Kepala Kampung Tepian Buah, Surya Emi Susianthi menambahkan, jika pelaksanaan syukuran penyambutan tahun baru selain mengharapkan berkah kehidupan lebih baik di tahun baru, juga sebagai wadah ajang silaturahmi bagi seluruh warga kampung, guna meningkatkan sinergitas pemerintah kampung dan warga, dalam meningkatkan pembangunan kampung.

"Dengan berkumpul seperti ini, kita ingin komunikasi antara pemerintah kampung dan warga akan semakin erat, sehingga ketika kampung ada program pembangunan atau program lainnya, tidak akan ada perselisihan karena komunikasi kita yang baik. Dan kalaupun ada selisih pendapat, tentunya proses penyelesaiannya juga akan lebih mudah" tutupnya.

Puncak acara ini ditutup dengan makan bersama. Menariknya, menu yang dihidangkan dimasak oleh masing-masing kepala keluarga, dan dikumpulkan di balai adat untuk kemudian disantap bersama.(bnc)

Wartawan: M.S. Zuhrie/Editor: R. Amelia