BUMK Tembudan Manfaatkan Objek Wisata Tulung Ni Lenggo

 

BATU PUTIH – Keberadaan objek wisata Tulung (Telaga-red) Ni' Lenggo di Kampung Tembudan Kecamatan Batu Putih semakin diminati masyarakat. Hal itu terlihat dari antusiasme masyarakat yang datang berkunjung. Setidaknya sudah ribuan wisatawan yang datang, baik warga dari wilayah Kecamatan Batu Putih, maupun dari luar kecamatan.

Sebenarnya, objek tersebut baru dikelola beberapa minggu lalu sebagai salah satu aset dari Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Pemerintah Kampung Tembudan. Kepala Kampung Tembudan, Nur Iman menyampaikan, pengelolaan objek wisata Tulung Ni' Lenggo dimanfaatkan untuk BUMK sebagai aset kampung.

"Kita bentuk BUMK awal bulan Desember lalu. Begitu pengurusnya kita bentuk dan kita buatkan Perkam (Perturan Kampung-red) serta SK kepengurusan, kita langsung kelola objek wisata ini melalui BUMK," ungkapnya kepada beraunews.com, Minggu (01/01/2017).

 

Apalagi lanjut dia, sejauh ini sudah cukup banyak warga yang datang berwisata ke objek tersebut. Baik hanya sekedar untuk jalan-jalan maupun untuk berenang di sekitar danau. Dari data pengunjung, mulai pertengahan bulan Desember lalu, sudah lebih 1.500 wisatawan yang datang berkunjung.

Hanya saja diakuinya, pengelolaan yang dilakukan pihaknya masih belum sepenuhnya maksimal. Masih banyak yang harus dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan kepuasan pengunjung.

"Ini kan masih permulaan, jelas masih banyak yang harus dibenahi. Mulai dari kamar mandi, pos pengawas, sampah, dan lain sebagainya. Perlahan akan kita anggarkan melalui ADK," terangnya.

BACA JUGA : Keren, Bakal Ada Flying Fox Di Tembudan

Selain Tulung Ni' Lenggo, ada salah satu objek wisata yang juga bakal dikelola oleh BUMK. Salah satunya adalah objek wisata mangrove yang ada di sekitar kampung tersebut. Ia mengatakan, keberadaan hutan mangrove bisa melengkapi objek wisata alam Tulung Ni' Lenggo dalam menarik PADes.

"Hutan mangrovenya masih terjaga, bahkan hewan seperti monyet dan bekantan juga sering terlihat. Yang jelas kita akan manfaatkan potensi yang ada di Tembudan untuk kita kelola melalui BUMK," terangnya.(Hendra Irawan)