Minim SDM, Nelayan di Tanjung Batu Merasa Belum Dapat Tempat di Hati Pemerintah

 

PULAU DERAWAN – Nelayan yang ada di Kabupaten Berau sepertinya masih belum sepenuhnya terperhatikan dengan baik. Hal itu dilihat dari banyaknya keluhan yang dirasakan oleh nelayan, seperti yang ada di Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan.

Pengurus inti Kelompok Nelayan Panulayan, Wira Hadi Kusuma mengatakan, saat ini nelayan dikampungnya masih belum mendapat tempat di hati pemerintah. Hal itu diutarakannya lantaran kontribusi pemerintah dalam membangun SDM nelayan, dinilainya masih sangat minim.

Akibat belum maksimalnya SDM tersebut, ia menilai pihaknya mengalami berbagai kesulitan, terutama dalam mengelola sejumlah bantuan yang diberikan pemerintah. Seperti halnya, bantuan yang diberikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudji Astuti saat berkunjung ke Kecamatan Pulau Derawan beberapa tahun lalu. Akibatnya, bantuan yang diberikan sebesar Rp100 juta tersebut tidak berjalan dengan maksimal.

“Ya kan percuma, meskipun kita dibantu dalam bentuk barang dan sebagainya, tapi kita sebagai nelayan tidak diberdayakan dengan pelatihan, maka bantuan itu percuma. Permintaan pelatihan ini sebenarnya sudah lama, tapi belum ada respon. Sepertinya kami ini belum mendapat tempat di hati pemerintah,” ungkapnya kepada beraunews.com melalui sambungan telepon, Sabtu (24/12/2016).

Tidak itu saja, dirinya juga menilai, sejauh ini nelayan yang ada dikampungnya juga kalah bersaing dengan nalayan yang berasal dari luar daerah. Hal itu terlihat jelas dari alat tangkap yang digunakan yang sudah terbilang modern.

“Kami juga ingin meningkatkan pendapatan kami seperti nelayan dari luar daerah, tapi kendala kami minimnya fasilitas yang kami gunakan,” bebernya.

Disamping itu, kendala lain yang dialami pihaknya adalah mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk keperluan operasional melaut. Ia mengatakan, dalam mendapatkan BBM, pihaknya kalah bersaing dengan para pelaku usaha atau penimbun BBM yang ada di kampung tersebut. Dengan kondisi itu, dirinya memutuskan untuk meminta rekomendasi dari kepala kampung setempat, agar nelayan yang ada di Kampung Tanjung Batu diberi kemudahan dalam mendapatkan BBM.

“Kalau menurut saya, sistem yang dipakai sistem rimba. Siapa yang kuat dia yang dapat BBM. Maka satu-satunya cara, kita meminta bantuan dari pemerintah kampung untuk kemudahan nelayan disini,” bebernya.

Dengan banyaknya persoalan yang dialami nelayan di Tanjung Batu tersebut, dirinya pun berharap agar Pemkab Berau sedikit memberikan perhatiannya demi kesejahteraan nelayan. Karena dirinya yakin, apapun program yang dibuat pemerintah adalah untuk kebaikan masyarakat Berau, termasuk para nelayan.

“Yang kami inginkan adalah kehadiran pemerintah dalam mensejahterakan kehidupan nelayan, serta solusi bagi setiap permasalahan yang kami hadapi,” harapnya.(Hendra Irawan)