Nelayan Mengeluh, Ini Tanggapan Kepala Kampung Tanjung Batu

 

PULAU DERAWAN – Keluhan nelayan Kampung Tanjung Batu Kecamatan Pulau Derawan, ditanggapi Kepala Kampungnya, Jorjis. Keluhan yang disampaikan salah satu pengurus inti Kelompok Nelayan Panulayan itu, diakui Jorjis, belum diketahui pihaknya secara pasti.

“Kami sebagai pemerintah kampung tidak mengetahui. Karena selama ini tidak ada penyampaian terkait keluhan mereka,” ujarnya saat dihubungi beraunews.com melalui sambungan seluler, Minggu (25/12/2016).

Ia pun menjelaskan, sebenarnya dirinya tahu persis bagaimana nelayan dikampungnya. Bahkan dikatakannya, jika ada nelayan yang menganggap Pemkab Berau kurang peduli, disebutkannya itu salah besar. Pasalnya, beberapa waktu lalu nelayan di Tanjung Batu, beberapa kali mendapatkan bantuan, baik itu dompeng, maupun mesin ketinting serta sejumlah alat tangkap lainnya. Hanya, ada sejumlah nelayan yang menyalahgunakan bantuan tersebut, seperti menjual dengan alasan kekurangan biaya.

“Ada bantuan dompeng, malah nelayan yang dapat itu menjualnya, dengan alasan sedang butuh biaya. Saya rasa sudah cukup lah kepedulian pemerintah ini untuk nelayan. Jujur terkait nelayan disini saya tahu persis,” bebernya.

BACA JUGA : Minim SDM, Nelayan di Tanjung Batu Merasa Belum Dapat Tempat di Hati Pemerintah

Disinggung soal keluhan nelayan yang menginginkan adanya pelatihan SDM untuk peningkatan kapasitas nelayan dari pemerintah, Jorjis mengatakan, seharusnya Ketua Kelompok Nelayan tersebut melakukan komunikasi dengan pemerintah kampung, pelatihan seperti apa yang diinginkan, dan belum dimengerti nelayan. Karena selama ini, pihaknya merasa tidak pernah mendapatkan proposal ataupun pemberitahuan secara resmi dari nelayan terkait peningkatakan kapasitas SDM.

“Sebab di ADK (Alokasi Dana Kampung-red) ada dibantu untuk peningkatan kapasitas SDM, baik itu nelayan maupun petani. Seandainya mereka mengajukan pelatihan yang mereka belum faham, seperti menjahit jaring atau sebagainya, kita bisa datangkan instruktur dan itu kita siap,” ujarnya.

Terkait keluhan nelayan soal sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM), Jorjis menyampaikan, berdasarkan apa yang ia lihat di lapangan, pihak APMS (Agen Premium Minyak Solar) tidak mempersulit distribusi BBM untuk nelayan. Memang, dirinya sempat didatangi oleh salah seorang nelayan yang meminta, agar nelayan di Kampung Tanjung Batu dipermudah. Terkait hal tersebut, diakuinya bisa diajukan, namun harus dengan data yang jelas.

“Selama ini, APMS selalu melayani masyarakat yang datang untuk mengisi BBM, termasuk nelayan. Dan mereka kesana selalu dilayani, saya tahu masalah itu,” katanya.

Tidak itu saja, dirinya juga mengatakan, banyak nelayan dikampungnya juga kerap protes, karena banyak nelayan yang berada dari luar daerah yang memiliki alat tangkap yang lebih modern datang melaut. Namun disampaikannya, hal tersebut tidak bisa dilarang selama operasional mereka legal.

“Selama izin mereka legal dan sesuai peraturan yang berlaku, kita tidak bisa melarangnya,” ujarnya.(Hendra Irawan)