Masyarakat Campur Sari Merasa Diberi Harapan Palsu oleh PT TBP

 

TALISAYAN – Minggu (18/12/2016) pukul 08.00 Wita, masyarakat Campur Sari Kecamatan Talisayan melakukan kegiatan gotong royong membangun masjid Al Muhajirin di wilayah RT 05 kampung tersebut. Terpantau, setidaknya ada puluhan warga bahu membahu menggali tanah yang akan digunakan untuk pondasi tiang masjid.

Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al Muhajirin, Alfinuddin menyampaikan, kegiatan tersebut terpaksa dilakukan lantaran masyarakat kecewa dengan PT Tanjung Buyu Perkasa (TBP), lantaran permohonan peminjaman alat berat tidak dikabulkan perusahaan sawit tersebut.

Padahal disampaikannya, pihak PT TBP sendiri sebelumnya telah mengatakan siap membantu masyarakat kampung terkait pembangunan masjid itu. Namun pihak TBP, meminta terkait peminjaman alat berat tersebut agar pihak pemerintah kampung atau panitia pembangunan masjid membuat surat permohonan.

Seminggu setelah surat permohonan diserahkan ke TBP, pihak perusahaan langsung meninjau lokasi pembangunan masjid. Hanya lanjut dia, saat melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan tersebut, mereka mengatakan jika alat yang akan diperbantukan tersebut mengalami kerusakan.

"Alasannya waktu itu alatnya trouble. Tapi tetap kita tunggu, namun sekitar sebulan tidak ada kabar, kita coba konfirmasi kembali. Kata pihak perusahaan, mereka tidak bisa bantu karena tidak diizinkan oleh pmpinan PT TBP, " ungkapnya kepada beraunews.com.

Dikatakannya, jika pihak perusahaan tidak bersedia membantu, seharusnya dari awal sudah memberikan informasi kepada pihak panitia pembangunan masjid, atau pemerintah kampung setempat. Sebab kata dia, pembangunan masjid tersebut sebenarnya sudah lama hendak dikerjakan, hanya masyarakat masih berharap, dan menunggu pinjaman alat berat dari pihak perusahaan. Disebutkannya, pembangunan pondasi tiang masjid tersebut setidaknya memiliki kedalaman 2 meter, sehingga dalam prosesnya memerlukan alat berat.

"Makanya kemarin, kita rapatkan bersama warga agar dibangun manual saja. Memang hasilnya tidak maksimal. Kita kecewa dengan sikap perusahaan seperti memberi harapan palsu," ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala Kampung Campur Sari, Rasim juga menyampaikan senada. Menurutnya, selama pemerintahannya, belum ada partisipasi dari pihak PT TBP yang berarti untuk kampungnya. Termasuk permohonan peminjaman alat berat, yang tidak direalisasikan. Padahal, permohonan alat tersebut bukan kali pertama diajukan pihaknya. Beberapa waktu lalu, dirinya juga pernah melakukan permohonan alat berat untuk pemeliharaan jalan, namun hal itu juga ditolak.

"Saat itu surat yang kita ajukan ada rekom dari Bupati yang saat itu masih dijabat pak Makmur. Tapi tetap tidak ditanggapi. Ya memang kita akui, sampai saat ini belum ada partisipasi, ataupun CSR dari PT TBP yang menyentuh Kampung Campur Sari," ungkapnya.

Disamping itu, untuk memudahkan pembangunan masjid, ia berharap mendapat perhatian dari Pemkab Berau.

"Harapannya ada perhatian lah. Karena kalau swadaya akan memakan waktu lama, tapi kalau ada perhatian Pemkab, setidaknya bisa lebih cepat diselesaikan," harapnya.

Sementara itu, upaya beraunews.com mengkonfirmasi pihak PT TBP, belum membuahkan hasil. Pernyataan dari PT TBP akan dimuat dalam berita selanjutnya.(Hendra Irawan)