Warga Buyung-Buyung Tolak Investor Sarang Walet Rumahan

 

TABALAR – Rencana salah satu investor yang ingin membangun sarang burung walet rumahan di Kampung Buyung-Buyung Kecamatan Tabalar, mendapat penolakan keras dari masyarakat setempat. Bahkan, penolakan tersebut juga dituangkan di dalam sebuah berita acara yang ditandatangani Kepala Kampung Buyung-Buyung, Mustafa Firdaus.

Ishak, salah seorang tokoh masyarakat Kampung Buyung-Buyung menyampaikan, pihaknya tegas menolak investor atau pengusaha manapun yang berada dari luar wilayah kampungnya, yang ingin membangun sarang burung walet. Pasalnya, jika investor dari luar masuk dan mengelola potensi yang ada di Kampung Buyung-Buyung, masyarakat meyakini hanya akan menguntungkan beberapa kelompok saja.

“Kami menolak adanya pembangunan sarang burung walet di daerah kami selain warga asli yang ada di kampung kami. Kenapa kami menolak, sudah jelas hanya akan menguntungkan beberapa kelompok saja, dan tidak akan berdampak apa-apa kepada masyarakat Buyung-Buyung,” ungkapnya kepada beraunews.com, Rabu (14/12/2016).

Menurutnya, jika potensi itu dikelola oleh masyarakat kampung sendiri, maka secara otomatis dampaknya juga akan dirasakan oleh masyarakat tersebut. Meskipun diakuinya, saat ini baru beberapa warga yang membangun usaha sarang burung walet, tapi dirinya yakni cepat atau lambat usaha sarang walet tersebut akan lebih berkembang.

“Ketika beberapa warga yang punya sarang walet ini berhasil, pastinya akan menjadi motivasi bagi warga yang lain untuk ikut mengembangkan usaha ini. Artinya, warga Buyung-Buyung memiliki tambahan mata pencaharian untuk menopang ekonomi, selain dari bertani, nelayan dan berkebun. Ini yang kami inginkan,” jelasnya.

 

Penolakan terhadap masuknya investor itu juga dikatakannya, telah dirapatkan bersama tokoh masyarakat, dan aparatur kampung. Hasil rapat tersebut juga dituangkan dalam sebuah berita acara. Tidak itu saja, pihaknya juga membuat spanduk yang terpasang di salah satu titik jalan di Kampung Buyung-Buyung yang bertuliskan penolakan terhadap masuknya investor yang ingin mengelola potensi sarang burung walet dikampungnya.

“Penolakan ini juga sudah disetujui oleh warga masyarakat, Bapak Kades, dan aparatur kampung yang lain melalui pengumpulan tanda tangan penolakan,” pungkasnya.

Sementara itu, upaya beraunews.com mengkonfirmasi pihak Kepala Kampung Buyung-Buyung, Mustafa Firdaus, baik melalui saluran WhatsApp, SMS amupun Telepon belum membuahkan hasil. Pernyataan dari Mustafa Firdaus akan dimuat dalam berita selanjutnya.(Hendra Irawan)